Rabu, 16 Desember 2009

Laksda Marsetio Panglima Komando Armada Barat yang Baru

Kasal Laksdya TNI Agus Suhartono (tengah), Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (PangarMabar) ke-23, Laksamana Muda TNI Marsetio (kiri) serta Laksda TNI Soepano (kanan) melakukan salam komando usai upacara serah terima jabatan Pangarmabar di Lapangan Arafuru makoarmabar, Jakarta, Rabu (16/12). Laksda TNI Marsetio menggantikan Laksda TNI Soepano (2-kiri), selanjutnya membawahi dua komando operasi yaitu Gugus Tempur Laut Wil.Barat dan Gugus Kemanan Laut Wil.Barat perairan Indonesia. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/pd/09)

16 Desember 2009, Jakarta -- Jabatan Panglima Komando Armada Barat resmi diserahterimakan dari Laksda Soeparno kepada Laksda Marsetio.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya Agus Suhartono memimpin upacara sertijab di Lapangan Arafuru Mako Armabar di Jakarta, Rabu (16/12). Laksda Marsetio sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Lintas Militer. Ia menjadi Panglima Komando Armada Barat ke-23.

Peraih Adhy Makayasa AAL Angkatan XXVI itu menghabiskan karirnya di lingkungan armada timur dan armada barat. Sementara, Laksda Soeparno akan menjabat sebagai asisten operasi KSAL. "Serah terima jabatan Pangarmabar pada hakikatnya adalah proses regenerasi di jajaran TNI AL. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan personel yang dilakukan secara konsisten, terencana, terarah, dan berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kualitas kinerja organisasi koarmabar (komando armada barat)," kata KSAL dalam amanatnya.

Sementara, Marsetio menyatakan bahwa soal perbatasan masih menjadi permasalahan utama. Namun, ia optimistis dapat menangani permasalahan yang ada dengan patroli koordinasi yang dilakukan bersama beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, India, dan Thailand.

"Bagaimana kami mengamankan Selat Malaka karena itu strategic point yang menjadi fokus perhatian dunia walaupun saat ini sudah ada patroli bersama antara RI, Malaysia, Singapura, dan Thailand, baik kekuatan laut maupun udara. Namun, itu tetap menjadi fokus," tandasnya.

MEDIA INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar