Selasa, 29 Juni 2010

Bandara Husein Sastranegara Gelar Latihan Anti Teror


28 Juni 2010, Bandung -- Pihak bandara Husein Sastranegara Bandung akan menggelar simulasi latihan antiteror pada Rabu (30/6).

Komandan Lanud Husein Sastranegara Bandung Kolonel Pnb Asep Adang Supriyadi, Senin, mengatakan, simulasi latihan antiteror tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi perkembangan bandara yang pesat dan terkait rencana overlay (pelapisan landasan) bandara tersebut.

Ia menjelaskan, dengan akan meningkatnya jumlah penerbangan di Bandara Husein Sastranegara maka potensi akan terjadinya serangan teroris terhadap Bandara Husein Sastranegara semakin meningkat.

"Potensi pembajakan pesawat semakin tinggi sehingga TNI AU harus siap menghadapi ancaman teroris," ujarnya.

Dalam simulasi latihan antiteror tersebut, akan digelar skenario pembajakan pesawat, yang digambarkan adanya sabotase pesawat.

Pesawat komersial dibajak oleh teroris, lalu sesaat setelah mendarat pasukan khusus detasemen Bravo akan menerobos ke dalam pesawat lalu melumpuhkan para teroris.

ANTARA Jawa Barat

Marciano Norman Pimpin Kodam Jaya

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta (tengah) melakukan salam komando dengan Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Marciano Norman (kanan) dan Panglima Kodam Jaya/Jayakarta yang lama Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro saat acara serah terima jabatan di Markas Kodam Jaya/Jayakarta, Jakarta, Selasa (29/6). Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro selanjutnya akan mengemban tugas baru di Markas Besar TNI Angkatan Darat sebagai staf ahli Kepala Staf Angkatan Darat. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/hp/10)

29 Juni 2010, Jakarta -- Mayjen TNI Marciano Norman menjadi Panglima Kodam Jaya menggantikan Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro yang ditetapkan sebagai staf ahli Kepala Staf Angkatan Darat.

Serah terima jabatan Panglima Kodam Jaya dilakukan dalam upacara militer yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta di Jakarta, Selasa.

Marciano merupakan lulusan Akademi Militer 1978 dan mengawali karirnya sebagai Komandan Peleton Yonkav 7 Kodam Jaya, Komandan Kompi Serbu 73 Yonkav 7 Kodam Jaya dan terus menanjak menjadi Komandan Kavaleri Batalyon 7 Kodam Jaya.

Pria kelahiran Banjarmasin itu kemudian dipercaya sebagai Komandan Kodim 1633/Nainaro, Wakil Asisten Operasi Kaskargartap I/Jakarta, Wakil Asisten Operasi Kasdam Jaya, Asisten Operasi Kasgartap I Jakarta, Asisten Operasi Kasdam Jaya, Damrem 121/ABW Kodam Tanjungpura, dan Direktur Analisa Lingkungan Strategi Ditjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan.

Anak dari mantan Pangdam Jaya Mayjen TNI (purn) Norman Sasono itu, kemudian dipercaya sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.

Dalam amanatnya Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta mengatakan, Kodam Jaya merupakan komando kewilayahan yang sangat strategis mengingat Kodam Jaya sebagai salah satu penyelenggara pertahanan negara di wilayah Jabodetabek.

"Wilayah Jabodetabek merupakan salah satu barometer bagi keamanan dan pertahanan negara secara nasional. Karena itu, pimpinan Kodam Jaya memiliki tanggung jawab yang besar," katanya.

ANTARA News

Senin, 28 Juni 2010

Latma USMC dan Korps Marinir Ditutup

Dankolatmar menanggalkan tanda peserta latihan.

28 Juni 2010, Surabaya -- “Sebagaimana yang telah saya sampaikan pada saat upacara pembukaan, bahwa latihan ini disamping bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme prajurit, juga dalam rangka menciptakan hubungan persaudaraan yang erat antara pasukan dari kedua negara, sehingga kerjasama militer di bidang pertahanan dapat diwujudkan”.

Hal itu dikatakan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M.Alfan Baharudin dalam amanatnya yang dibacakan oleh Komandan Komando Latih Korps Marinir Kolonel Marinir Purwadi selaku inspektur upacara pada upacara penutupan Latihan Bersama (Latma) antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut dengan Marinir Amerika di Lapangan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Karang Tekok, Situbondo, Jatim, Sabtu (26/6).

Latma itu sendiri telah dihelat di dua Kabupaten, yakni Situbondo dan Banyuwangi, Jawa timur, mulai 19 hingga 26 Juni dengan nama Interoperability – Field Training Exercise (IIP – FTX) Marine Exercise (Marex) 2010 dengan Komandan Satgas Latihan (Dansatgaslat) Mayor Marinir Nurhidayat.

Menurut Dankormar, hubungan kerjasama khususnya dalam bidang latihan sudah lama terjalin. “Saya selaku Komandan Korps Marinir berharap agar kedepan hubungan ini akan terus ditingkatkan. Latihan demi latihan akan terus diselenggarakan, sehingga doktrin dan persepsi tentang pelaksanaan operasi amfibi dapat disinergikan”, harapnya.

Marinir

Koarmatim Kedatangan AL Singapura

28 Juni 2010, Surabaya -- Komando Armada RI Kwasan Timur (Koarmatim) hari ini Senin (28/6) kedatangan tamu dari Angkatan Laut Singapura (Republic Singapore Navy). Rombongan tamu RSN ini diterima oleh Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Widodo dengan didampingi para Asisten Pangarmatim di Gedung Gajah Mada Koarmatim Ujung Surabaya.

Tamu RSN yang berjumlah 6 orang dengan dipimpin oleh Letkol Steven Tan tersebut juga mengunjungi Kapal Perang TNI AL jenis Sigma Klas KRI Hasanudin-366 yang bersandar di Dermaga Koarmatim. Dalam kunjungannya ke kapal tersebut diterima oleh Komandan KRI Hasanudin-366 Letkol Laut (P) Retiono Kunto. H. Kunjungan diakhiri dengan saling memberikan cinderamata.

Dispenarmatim

Kompetisi Roket Yogya Dilirik Ilmuwan Jepang dan Malaysia

(Foto: LAPAN)

29 Juni 2010, Bantul -- Kompetisi Roket Indonesia (KORINDO) 2010 yang diikuti 40 tim dari 38 perguruan tinggi ternyata menarik minat pengamat dan ilmuwan Jepang maupun Malaysia. Ilmuwan Jepang yang tergabung dalam Asia-Pasifik Regional Space Agency Forum (APRSAF) khusus menyaksikan kompetisi roket yang digelar di Bantul itu.

"Saya sangat senang mendapatkan kesempatan untuk dapat menghadiri KORINDO," kata Co-chairman of Space Education and Awareness Working Group, Takashi Kubota dari Jepang, mewakili APRSAF, usai pembukaan Minggu yang dirilis kemendiknas, Senin (28/6).

Takashi menilai, ajang Kompetisi Roket ini akan meningkatkan kesadaran publik akan keuntungan dan pentingnya pendidikan kedirgantaraan. Selain itu, kata dia, untuk mempromosikan bidang kedirgantaraan kepada para generasi muda. Hadir juga sebagai pengamat tiga dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia yaitu Wayan Suparta, Geri Gopir, dan Helmi Sanusi.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan demo peluncuran roket yang membawa spanduk KORINDO 2010. Disusul roket kedua dan ketiga, demo membawa muatan robotik dari Akademi Angkatan Udara dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Selanjutnya, kompetisi diawali dengan peluncuran roket BAROK dari Politeknik Banyuwangi, ASTEROID (Ciung Wanara) dari Politeknik Negeri Bandung, RU-ITek dari STMIK Teknokrat, dan Posedon dari Institut Pertanian Bogor.

Tribun news

“Dragon”, Laksanakan Ops Hanud 2010

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Ismono Wijayanto, melepas para penerbang Skadron Udara 3 yang akan melaksanakan Operasi Hanud 2010 yang dipimpin langsung Komandan Skadron Udara 3, Letkol Pnb Ian Fuady di shelter Skadron Udara 3, Senin (28/6). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

28 Juni 2010, Madiun -- Di Shelter Skadron Udara 3, dilepas langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Ismono Wijayanto, Skadron Udara 3/ “Dragon” yang akan melaksanakan Operasi Pertahanan Udara (Hanud) tahun 2010 selama dua minggu yang berlokasi di Lanud Eltari, Kupang, Senin (28/6).

Komandan Lanud Iswahjudi memberangkatkan sebanyak 63 personel dan satu flight F-16/ Fighting Falcon yang akan melaksanakan Operasi Hanud dalam rangka pembinaan kesiapan personel satuan radar maupun unsur tempur sergap yang ada dibawah kendali Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).

Dengan latihan yang dikendalikan oleh Kohanudnas tersebut diharapkan agar para penerbang mampu melaksanakan perintah menurut panduan dalam penyergapan Air Interceptor (AI), Air Combat Tactic (ACT) maupun Dissimiliar Air Combat Tactic (DACT) serta menguasai taktik dan teknik penyergapan dalam segala medan operasi.

Dalam latihan Hanud tersebut juga melibatkan dua pesawat angkut jenis C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Halim Perdanakisuma, Jakarta.

Turut melepas keberangkatan personel Skadron Udara 3 yang akan mengikuti Operasi Hanud 2010 yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3, Letkol Pnb Ian Fuady, selain Komandan Lanud Iswahjudi, juga Komandan Wing 3, Kolonel Pnb Andyawan, M.P., para Kadis, dan Komandan Satuan.

Pentak Lanud Iswahjudi

RI-Turki Siap Tanda Tangani 8 Kesepakatan


29 Juni 2010, Ankara -- Pemerintah Indonesia dan Turki siap meningkatkan hubungan kedua negara antara lain dengan akan ditandatanganinya delapan nota kesepahaman .

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara briefing delegasi di Hotel Sheraton, Ankara, Turki, Senin malam waktu setempat atau Selasa dinihari waktu Indonesia.

Sejumlah kesepakatan kerja sama itu antara lain di bidang penyiaran televisi, bidang kerja sama industri pertahanan dan sejumlah bidang lainnya.

"Kedelapan dokumen terdiri atas lima mou, dua kesepakatan dan satu program," kata Menlu.

Marty menjelaskan kepada Presiden bahwa saat ini peran Turki di kawasan maupun secara internasional semakin menonjol. Selain itu , Turki memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Indonesia dalam memandang sejumlah permasalahan internasional.

Konjen

Sementara itu ,Duta Besar RI untuk Turki Awang Bahrin mengatakan sejak awal Turki dan Indonesia sudah mempunyai sejarah yang panjang. Dibandingkan negara di kawasan Asia lainnya, maka Turki merasa memiliki kedekatan dengan Indonesia.

"Indonesia dan Turki sama-sama merupakan negara yang dipandang dalam Oganisasi Negara-Negara Islam(OKI, red) ," katanya.

Karena itu, Awang meminta Presiden agar mempertimbangkan berdirinya konsulat jenderal di Istambul mengingat saat ini belum ada, sementara perwakilan RI di Turki hanya di Ankara.

"Di Istambul cukup banyak kegiatan termasuk kunjungan, sehingga perlu kiranya saat ini dipertimbangkan adanya konsulat jenderal di sana," katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta rombongan tiba di Bandara Udara Esenboga Turki Senin sekitar pukul 15.30 waktu setempat atau pukul 19.30 WIB.

Turut serta dalam rombongan Presiden antara lain Menlu Marty Natalegawa, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mendag Mari Elka Pangestu,Menperin MS Hidayat, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Mensesneg Sudi Silalahi dan Seskab Dipo Alam. Tampak juga Kepala BKPM Gita Wirjayawan.

Sementara itu di Ankara, turut bergabung Menhan Poernomo Yusgiantoro dan Menpora Andi Mallarangeng.

Pada Selasa (29/6) Presiden direncanakan bertemu dengan Presiden Turki Abdullah Gul dan PM Turki Recep Tayyip Erdogan. Usai pertemuan tersebut, Kepala Negara dijadwalkan menyampaikan pidato di Parlemen Turki.

PTDI bantu modifikasi pesawat patroli maritim milik Turki

Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat melakukan kerjasama bilateral di bidang industri pertahanan. Di antaranya, Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) akan membantu memodifikasi pesawat terbang Turki untuk keperluan patroli maritim.

Selain itu, Indonesia juga menjajaki untuk bisa mendapatkan perangkat komponen pesawat tempur jenis F16, Hercules dan keperluan pertahanan lainnya. Nota kerjasama ini dilakukan sebagai rangkaian kerja dalam kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Turki pada 27-28 Juni.

"Indonesia akan membantu memodifikasi pesawat sejenis CN235 milik Turki untuk dijadikan pesawat patroli maritim. Ini patut kita banggakan karena industri pesawat terbang kita mendapat pengakuan dari negara seperti Turki," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Ankara, Turki, Senin malam waktu setempat (28/6).

Bagi Indonesia, tambah Purnomo, kerjasama ini tergolong penting mengingat Turki merupakan negara anggota pakta pertahanan atlantik utara (NATO) yang memiliki persenjataan yang cukup maju. Teknologi industri pertahanan negara yang juga anggota G20 ini termasuk yang terbaik di dunia, mengingat persenjataan yang dimiliki Turki masuh dalam nomor dua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Selain membantu memodifikasi pesawat patroli maritim, Indonesia juga menjajaki bisa mendapatkan komponen atau suku cadang untuk pesawat tempur F16 yang selama ini masih tergantung dari produsen asal pesawat tersebut, yaitu Amerika Serikat. "Turki sudah bisa membuat F16, bahkan pesawat tempur terbaru F35. Ini harus kita manfaatkan agar kita bisa mendapat kemudahan untuk mendapat komponen pesawat. Selama ini, komponen pesawat F16 kita tergantung AS, dan kalau diboikot pasti kita akan kesulitan merawat dan memperbaiki pesawat F16 milik kita," kata Purnomo yang juga baru mengunjungi pasukan perdamaian Indonesia yang berada di Libanon.

Menurutnya, bukan tanpa alasan jika Turki memiliki industri pertahanan yang sangat maju mengingat letak Turki yang strategis berbatasan dengan negara-negara Asia dan Eropa. "Karena posisi yang diapit banyak negara dan berpotensi konflik di perbatasan, maka Turki mengembangkan industri pertahanannya dengan sangat maju," kata mantan menteri enetrgi dan sumber daya mineral ini.

ANTARA News/MI.com