Minggu, 28 Juni 2009

Kapal Selam Barracuda ke Dua Dipesan DGA

Gambar artis kapal selam kelas Barracuda.

28 Juni 2009 -- Délégation Générale pour l'Armement (DGA) dan DCNS (Direction des Constructions Navales Services) dan Areva-TA menandatangani kontrak pembelian kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Barracuda kedua, merupakan bagian program pengadaan enam kapal selam Barracuda senilai EUR 7,9 milyar (USD 11,1 milyar), diumumkan oleh Menteri Pertahanan Perancis Herve Morin. Kapal selam pertama diberinama Suffren, selanjutnya Duguay Trouin, Dupetit-Thouars, Duquesne, Tourville dan De Grasse.

Pemotongan baja pertama kapal selam kedua ini dilakukan 26 Juni di fasilitas kapal selam DCNS Cherbourg. Kelas Barracuda akan menggantikan empat kapal selam kelas Rubis dan dua kelas Amethys. Barracuda mampu melakukan berbagai misi diataranya pengumpulan data intelijen, pengerahan pasukan khusus, peranjauan perairan, peperangan anti kapal permukaan dan anti kapal selam. Kapal selam dipersenjatai rudal jelajah, torpedo F21 Artemis, rudal anti kapal SM39 Excocet. Penyerahan kapal selam ke AL Perancis antara tahun 2017 dan 2028.

Kapal selam kelas Rubis.

DGA mulai memesan Suffren pada Desember 2006 dengan melakukan pembayaran pertama EUR 1,26 milyar. Kemudian pembayaran kedua EUR 600 juta di tahun 2007 dan EUR 860 juta 2008 hingga total pembayaran EUR 2,72 milyar. Jumlah ini meliputi biaya pengembangan dan konstruksi kapal selam pertama. Harga Suffren EUR 1,3 milyar, harga termurah kapal selam serang bertenaga nuklir.

Kapal selam kelas Barracuda mempunyai panjang 99 meter, bobot 4700 ton, mampu menyelam hingga kedalaman >350 meter, kecepatan 25 knot, dengan jumlah awak 60 orang.

Defensenews/@info-terkumpul

Sabtu, 27 Juni 2009

Prajurit Pendam VI/Tpr Laksanakan Latihan Menembak Dan Navigasi Darat

(Foto: kodam-tanjungpura.mil.id)

25 Juni 2009, Balikpapan -- Prajurit Penerangan Kodam ( Pendam ) VI/Tpr melaksanakan kegiatan latihan menembak rutin pada triwulan II di tahun 2009 yang dilaksanakan di Lapangan tembak Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 7 yang berada di Kelurahan Batu Ampar Jalan Soekarno Hatta kilo meter 3,5 Balikpapan Kamis ( 25/06). Dalam kegiatan tersebut di laksanakan menembak senjata laras pendek dan senjata laras panjang yang diikuti seluruh personel Pendam VI/Tpr baik Perwira, Bintara dan Tamtama.

Kesibukan latihan menembak tersebut merupakan program rutin yang harus dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI diseluruh wilayah Indonesia setiap tiga bulan sekali. Latihan menembak untuk senjata laras pendek mengunakan jenis senjata Pistol FN 46 dengan sikap berdiri, sedangkan personel yang melaksanakan menembak senjata laras panjang mengunakan senjata jenis M-16 dengan tiga sikap yaitu sikap tiarap, duduk dan berdiri.

Sementara itu dua hari sebelumnya Prajurit Pendam VI/Tpr bersama-sama dengan satuan lain seperti Ajendam, Minvet, Puskopad serta Topdam juga melaksanakan kegiatan Minggu militer yang diselengarakan oleh Komando secara terpusat di Pusat Latihan Pertempuran Darat di daerah Amborawang Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara. Kegiatan minggu militer tersebut sekaligus sebagai penyegaran beberapa ilmu dasar militer, kegiatan ini sebagai upaya bagi setiap prajurit agar selalu tertanam dijiwanya tentang dasar–dasar kemiliteran dalam melaksanakan tugas pokok.

Latihan minggu militer tersebut para personel Pendam melaksanakan latihan Navigasi Darat dengan materi membaca peta, berjalan diatas peta serta melaksanakan kompas siang. Rute yang dilaluipun cukup menantang karena medan yang berbukit ditambah teriknya panas matahari dengan hamparan hutan semi terbuka memaksa para prajurit Kodam VI/Tpr berjalan dengan bermandi keringat.

Penerangan Kodam VI/Tpr

TNI AL Pesan Korvet Tiger

Korvet project 20382 Tiger.

28 Juni 2009 -- Angkatan Laut Indonesia diwakili KASAL Laksamana Slamet Subijanto dan Rosoboronexport diwakili wakil pertama direktur Jenderal Vladimir Pakhomov menandatangani kesepakatan kontrak pembangunan korvet project 20382 Tiger untuk TNI AL di IMDS ke 3 di St. Petersburg, Jumat, 27 Juli 2007.

Rosoboronexport mengumumkan korvet ini akan dibuat di dua negara, Rusia dan Spanyol. Badan kapal akan dibangun di galangan kapal di Spanyol berdasarkan rancangan perusahaan Rusia CMKB Almaz, sedangkan pemasangan elektronik dan persenjataan oleh perusahaan Rusia di galangan kapal Severnaya Verf, St Petersburg.

Pertama kalinya dalam sejarah industri kapal perang Rusia, galangan kapal di Eropa Barat membuat kapal militer rancangan Rusia untuk negara ketiga. Korvet Tiger generasi terbaru dari kapal perang Rusia, mengusung teknologi siluman dimana kontruksinya dibuat dari plastik yang mampu mengabsorb dan menyebarkan gelombang radio.

Korvet Tiger project 20382 dibuat berdasarkan rancangan project 20380 yang telah digunakan oleh AL Rusia. Korvet dilengkapi dengan 8 x rudal anti kapal Uran-E atau CLUB, sistem rudal anti pesawat terbang Kashtan, meriam 100 milimeter AK-190M, torpedo 6 Mevedka-VE dan helikopter berbobot 12 ton; dapat dipilih Ka-27, Ka-28 atau Ka-31. CMKB Almaz merancang Tiger memungkinkan AK-190M digantikan Oto-Melara 76 milimeter, serta memungkinkan mengusung rudal Yahont atau BrahMos. Persenjataan yang dimiliki Tiger membuat korvet ini mampu melakukan peperangan anti kapal selam dan anti kapal permukaan.

Kapal korvet AL Rusia dari Project 20380.

Tiger yang digunakan AL Rusia menggunakan mesin buatan pabrik Kolomna yang dapat memacu kapal hingga 26 - 28 knot, mesin ini dapat digantikan dengan mesin diesel MTU buatan Jerman atau NPO Saturn buatan Ukraina.

Rosoboronexport dan Thales menandatangani nota kesepahaman kerjasama pemasaran - pengembangan bersama peralatan angkatan laut, di IMDS ke 4 di St Petersburg, Jumat, 26 Juni 2009, ujar pejabat Rosoboronexport Mikhail Bychkov. Dua korvet Tiger pesanan AL Indonesia dilengkapi dengan peralatan elektronik buatan Thales. Perangkat elekronik Thales juga digunakan pada empat kapal korvet kelas SIGMA. Perkiraan ahli harga satu unit korvet Tiger sekitar USD 120 - 150 juta seperti diberitakan harian bisnis Rusia Kommersant, 30 Juni 2007. Sedangkan harga 2 korvet kelas SIGMA I senilai USD 212 juta dan SIGMA II USD 339 juta (ANTARA News/ 15.02.06). Pembelian SIGMA menggunakan Kredit Ekspor (KE) tahun 2005-2009 senilai 1,9 miliar dolar AS.

Harga korvet SIGMA cukup mahal dengan spesifikasi persenjataan inferior dibandingkan Tiger, kemampuan siluman SIGMA tidak lebih unggul, harga SIGMA tidak berikut helikopter sedangkan Tiger dilengkapi satu unit helikopter Ka 32 Helix.

Hal ini membuat TNI AL melirik ke Rusia untuk melanjutkan program pengadaan korvet tahap II. Pemerintah RI saat itu tetap memutuskan meneruskan pembelian SIGMA II, karena kerjasama penggadaan korvet dari Belanda lebih dahulu daripada program Renstra TNI AL 2003-2013. Meskipun begitu tetap menimbulkan purbasangka seperti dalam suatu tulisan “Korvet Itu Akhirnya Jadi KRI” yang dimuat di Radio Nederland Wereldomroep, Rabu, 27 Juni 2007.

TNI AL selayaknya memiliki korvet Tiger ini untuk menandingi kapal perang negara tetangga. Karena korvet tugasnya bukan sekedar menangkap kapal ikan illegal negara asing, tetapi mampu memberi efek pengentar. Meskipun efeknya tidak sehebat jika kita mempunyai armada kapal selam berkemampuan siluman. JALESVEVA JAYAMAHE

RIA Novosti/Kommersant/PRAVDA/ANTARANews/@info-terkumpul

Note:
ADMIN-pun meragukan realisasi pembelian korvet tiger, karena tidak ada konfirmasi penandatanganan kontrak oleh Dephan sebagai wakil pemerintah RI. Tetapi RIA Novosti menurunkan berita dua kali terkait pembelian korvet tiger dalam sepekan, “Russia may export up to 40 diesel submarines by 2015” tanggal 24/6/2009. Paragraf terakhir terkait korvet tiger, tidak terlalu menyakinkan ADMIN bahwa RI merealisasikan pembelian ini. Karena merupakan duplikasi dari berita “Russia plans to sell $8 bln worth of weaponry in 2008” dan dan "Russia has over $5 bln in foreign naval orders" paragraf keempat tanggal 21/10/2008.

Berita “Rosoboronexport, Thales sign cooperation memorandum” paragraf keempat dan kelima tanggal 26/6/2009. Sulit mengabaikan bahwa berita pembelian korvet tiger hanya wacana saja.

ADMIN memberikan judul berita “TNI AL Pesan Korvet Tiger” bukan “RI Pesan Korvet Tiger”, karena masih belum yakin sepenuhnya pembelian korvet tiger ini. Hingga konten beritanya-pun hanya kronologis mulai tahun 2007 hingga berita terakhir 26/6/2009. @info-terkumpul

International Maritime Defense ke 4 di St. Petersburg

Tim akrobatik Rusia Strizhi menggunakan pesawat tempur MiG-29 Fulcrum membuka International Maritime Defense ke 4 di Lenexpo exhibition center, St. Petersburg. (Foto: RIA Novosti/Alexei Danichev)

Rudal anti kapal supersonic BrahMos hasil kerjasama Rusia dan India. (Foto: RIA Novosti/Alexei Danichev)

Frigate Yaroslav Mudry. (Foto: RIA Novosti/Alexei Danichev)

Korvet Steregushchy (Foto: RIA Novosti/Alexei Danichev)

Tentara Jepang Bantu Jaga Perairan Indonesia

Kapal penjaga pantai Jepang Tsuruugi.

27 Juli 2009, Jakarta -- Sebutan Jepang saudara tua Indonesia tampaknya masih melekat hingga kini. Ibarat kakak melindungi adik, Jepang pun akan selalu membantu menjaga perairan Indonesia.

Menurut Profesor Jun Honna dari Universitas Ritsumeikan, Jepang, bukan tanpa alasan Jepang akan ikut mengamankan perairan nusantara. Pasalnya, jika suatu hari nanti Amerika Serikat tidak lagi menjadi negara adi daya, Indonesia diyakini menjadi salah satu negara yang harus dan akan berperan besar menjaga keamanan wilayah Asia Tenggara yang juga penting bagi banyak negara maju dari seluruh dunia.

"Oleh karena itulah, sangat penting untuk dilanjutkan dan semakin dikembangkan kerja sama antara TNI dan Japan Self Defense Force (JSDF). Namun bukan sekedar kerja sama biasa, melainkan kerja sama strategis yang memiliki tujuan dan prioritas," ujar Honna dalam satu seminar yang diselenggarakan Kedutaan Bear Jepang di Indonesia, Kamis malam (25/6).

Pentingnya kawasan Asia Tenggara, lanjutnya, dikarenakan di wilayah tersebut terdapat Selat Malaka dan Laut China Selatan yang merupakan jalur kapal-kapal yang sangat ramai dan digunakan oleh berbagai negara.

Pakar strategi militer ini mengatakan tujuan dari kerja sama strategis tersebut tak lain adalah menciptakan sebuah situasi kondusif di lingkup komunitas negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) maupun Asia Timur. Sedangkan prioritasnya mencakup mengkonsolidasikan berbagai nilai politik seperti kebebasan dan demokrasi, serta berbagai kepentingan keamanan terutama keamanan wilayah laut Asia.

Honna menambahkan bahwa sebuah kerja sama strategis adalah satu-satunya kunci utama untuk menyukseskan tujuan-tujuan tersebut.

Namun yang menjadi unik menurut Honna adalah JSDF akan tetap melakukan berbagai kerja sama strategis dengan Indonesia lebih pada bentuk kerja sama yang tidak menggunakan senjata.

Hal tersebut dikarenakan berdasar polling-polling yang dilakukan di Jepang, rakyat Jepang sangat tidak menghendaki JSDF memberikan bantuan atau melakukan kerja sama internasional dengan menggunakan kekuatan senjata.

"Buktinya Jepang tidak pernah mengirimkan pasukan bersenjata sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian internasional, namun lebih kepada mengirimkan JSDF sebagai bantuan di peristiwa-peristiwa bencana maupun pendidikan." ujar Honna.

Untuk Indonesia bantuan Jepang dan JSDF khususnya adalah seperti bantuan pengembangan kepolisian di lingkungan Polres Bekasi dalam program kemitraanya dengan masyarakat maupun bantuan JSDF yang turun langsung ke wilayah bencana Tsunami di Aceh beberapa tahun silam.

"Namun tidak menggunakan senjata bukan berarti kerja sama strategis tidak berarti dalam sektor pertahanan. Indonesia dan Jepang malah bisa lebih intens membahas mengenai penghalang-penghalangnya masing-masing, apalagi keduanya sama-sama merupakan negara kepulauan dan memilik wilayah perairan," tegas Honna.

Untuk ke depannya, Honna menyatakan bahwa JSDF akan mencoba bekerja sama dengan TNI membahas pembentukan penjaga pantai (coast guard) di Indonesia, mengingat selama ini posisi tersebut dikendalikan oleh Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA).

Namun BAKORKAMLA sendiri sebetulnya bukan lah sebuah angkatan bersenjata, melainkan hanya sebuah badan yang bertugas mengkoordinasikan berbagai angkatan bersenjata untuk mengatas berbagai permasalah yang muncul di wilayah laut Indonesia.

MEDIA INDONESIA

Lanud Pekanbaru Gelar Bido Gesit 2009


26 Juni 2009, Pekanbaru -- Pada hari Rabu (24/6) Lanud Pekanbaru melaksanakan Latihan Bido Gesit 2009, latihan di buka secara resmi oleh Komandan Lanud Pekanbaru Kolonel Pnb Dody Trisunu yang bertempat di Apron Base Ops Lanud Pekanbaru dengan Sandi “ Bido Gesit 2009”. Sebagai Komandan Upacara Kapten Pnb Heri Setiawan dan Perwira Upacara Letda Kal Wawan Julianto.

Dalam sambutannya Komandan Lanud Pekanbaru Kolonel Pnb Dosy Trisunu menyampaikan tujuan latihan bido gesit ini untuk meningkatkan profesionalisme personel lanud pekanbaru sebagai bekal dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada kita baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang. Latihan ini di gelar selama 2 hari mulai tanggal 24 s/d 25, bertindak sebagai Direktur Latihan adalah Letkol Tek Ir. Tedi Rizalihadi. Dalam latihan ini melibatkan Personil berjumlah 355 Orang yang terdiri dari personil Lanud Pekanbaru dan Batalyon 462 Paskhas.

Dalam skenario hari pertama Latihan ini untuk menguji kemampuan Operasi Pertahanan Pangkalan yang terjadi serangan Udara musuh ke Lanud Pekanbaru yang diasumsikan sebagai serangan balik musuh, serta kemampuan Pertahanan Pangkalan Vertikal dan Horizontal oleh Paskhas yang di kombinasikan dengan Operasi Dukungan Udara yang berupa Operasi Bantuan Tembakan Udara. Pada rangkaian kegiatan ini akan di uji pula kemampuan Operasi Dukungan Udara berupa menguji kesiapan Crash Team Dukops Lanud Pekanbaru maupun Skadron Udara 12 beserta Rumkit Lanud Pekanbaru dan kesiapan dalam penanggulangan kebakaran.

Latihan pada hari kedua Kamis (25/6) telah dilaksanakan latihan force down. Dalam latihan tersebut menguji kemampuan Pertahanan Udara dengan terjadi proses pemaksaan mendarat (force down) dan pengujian kemampuan pertahanan vertical dan horizontal dalam latihan force down diasumsikan telah dilakukan pemaksaan mendarat pesawat musuh ke Lanud Pekanbaru yang di lanjutkan dengan penanganan dilaksanakannya introgasi oleh Intel, Polisi Militer dan Perwira Hukum Lanud Pekanbaru. Dalam skenario latihan disimulasikan Pesawat Hawk 200 yang dipiloti oleh Lettu Pnb Fardinal Umar yang dianggap sebagai pesawat musuh yang melakukan pengintaian di sekitar wilayah Riau berhasil dipaksa untuk mendarat di Lanud Pekanbaru oleh pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron udara 12. Setelah mendarat di Lanud Pekanbaru, penerbangnya dapat ditawan, akan tetapi ketika akan ditawan penerbangnya mencoba melawan dengan terpaksa dilumpuhkan dengan cara ditembak kakinya kemudian Tim Kesehatan memberikan pertolongan medis. Setelah itu pilot langsung diinterogasi/diperiksa oleh Polisi Militer, Intel dan Perwira Hukum Lanud Pekanbaru.

Komandan Lanud Pekanbaru Kolonel Pnb Dody Trisunu secara resmi menutup Latihan Bido Gesit 2009 pada hari Kamis (25/6) yang bertempat di Base Ops Lanud Pekanbaru. Dalam sambutannya komandan menyampaikan Latihan Bido Gesit 2009 telah terlaksana dengan lancar dan aman sesuai rencana. Secara umum saya nilai hasil yang didapat dari latihan ini cukup baik meskipun masih terdapat beberapa kekurangan baik dari aspek kemampuan personel maupun sarana serta prasarana latihan. Hasil latihan harus di evaluasi untuk menutup kekurangan-kekurangan yang terjadi sehingga latihan yang akan diadakan tahun depan akan berjalan lebih baik lagi, sehingga hasil yang diperoleh dalam latihan mampu menjawab setiap tantangan tugas yang kita hadapi.

Pentak Lanud Pekanbaru

SeaMont sistem pemantau situasi perairan sebuah wilayah

SeaMont merupakan sistem pemantau situasi perairan sebuah wilayah yang melibatkan peralatan pemantauan (surveillance) yang dipasang pada wilayah tersebut, baik permanen (fixed) maupun bergerak (mobile) di atas kapal misalnya, berikut piranti lunak pendukungnya. Data yang tertangkap peralatan pemantauan dapat dimonitor secara lokal di tempat peralatan dipasang maupun dikirim ke tempat lain, misalnya di pusat komando, untuk dimonitor secara remote dan terpadu.

Peralatan pemantauan yang digunakan pada sistem ini adalah radar permukaan (surface radar), Automatic Identification System (AIS), dan kamera jarak jauh. Data dari ketiga peralatan ini, baik diperoleh secara otomatis maupun manual, diproses dengan aplikasi Data Processing menjadi sekumpulan data dengan format dan struktur tertentu sehingga mudah ditransmisikan ke tempat lain, baik ke sistem lokal maupun sistem pusat. Setelah masuk ke database, data tersebut bisa ditampilkan ke Display System berbasis peta di kedua lokasi.

Data object-object bergerak di wilayah perairan yang tertangkap radar serta data AIS hasil kiriman kapal-kapal (yang sudah dilengkapi AIS sesuai standar internasional) yang berlayar di sekitar peralatan terpasang memberikan gambaran situasi lalu lintas perairan sebuah wilayah dalam coverage peralatan tersebut. Integrasi data dari keduanya bisa dianalisa lebih lanjut untuk menghasilkan informasi object mana saja yang teridentifikasi (identified object) dan mana yang belum teridentifikasi (unidentified object) sehingga lebih layak untuk diperhatikan dalam monitoring situasi perairan. Jepretan kamera terhadap object-object tak teridentifikasi ini diperlukan untuk memberikan tambahan informasi visual terhadap object dimaksud. Informasi-informasi ini layak menjadi bahan bagi pengambil keputusan yang berwenang untuk dilakukannya tindakan lebih lanjut jika memang diperlukan.

Integrasi beberapa stasiun peralatan pemantauan (surveillance station) ini akan menghasilkan gambaran situasi perairan di sepanjang laut atau selat, tergantung pada letak dan coverage peralatan yang dipasang. Ditambah dengan informasi dari sumber-sumber informasi lain (internal), maka seaMont menjadi sebuah sistem surveillance untuk wilayah maritim yang semakin lengkap dan sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan.


Sistem ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan klien, baik institusi pemerintah maupun swasta dalam rangka memantau situasi perairan sesuai kebutuhan. Hal ini sangat relevan mengingat wilayah Indonesia 2/3 terdiri dari laut.

Manfaat diimplementasikannya sistem ini adalah:

1. Membantu memberikan data yang lebih real tentang situasi perairan sebuah wilayah.
2. Membantu identifikasi object-object di perairan yang lebih layak mendapatkan perhatian dalam monitoring.
3. Menjadikan sistem ini sebagai alat bantu pengambilan keputusan terhadap ditemukannya object-object yang mencurigakan dengan lebih cepat dan berdasar.
4. Mengembangkan pilot project bagian dari sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance).

Sistem ini dikembangkan dengan keunggulan teknologi sebagai berikut:

1. Radar data processing dikembangkan oleh tenaga ahli dalam negeri dengan mengembangkan algoritma sendiri.
2. Kemampuan komunikasi data antar lokasi yang multi-thread, multi-point, dan interoperable.
3. Dilengkapinya sistem dengan kemampuan integrasi antar data radar dan AIS dari satu sumber atau lebih dengan algoritma yang diciptakan sendiri.

Dilengkapinya sistem dengan kemampuan koneksi Display System yang multi-tasking, multi-user dan multi-point.

infoglobal