Jumat, 23 Januari 2009

TNI AL Selamatkan Lebih Rp 3 Milyar Dari 36 Kapal Ikan Ilegal

KRI Tongkol 831 Kapal Patroli Buatan PT. PAL

23 Januari 2009, Jakarta -- Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E. mengungkapkan bahwa selama satu bulan terakhir, TNI Angkatan Laut berpotensi menyelamatkan uang negara sebesar tiga milyar rupiah, setelah unsur-unsur operasional menangkap sebanyak 36 kapal ikan yang beroperasi secara ilegal diseluruh perairan Indonesia.

Sejumlah kapal yang berhasil ditangkap itu, antara lain 18 kapal telah memperoleh ketetapan hukum tetap dan para terdakwa menerima putusan pengadilan dengan aset negara yang dapat diselamatkan setara Rp. 3.054.500,000,- kata Kadispenal, Jumat (23/1) di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.

Sedangkan 18 kapal lainnya lanjut Laksma TNI Iskandar Sitompul, S.E. masih dalam proses hukum, termasuk 5 kapal yang telah divonis masing-masing oleh pengadilan didenda 25 milyar rupiah, namun para terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan banding.

Penyelesaian kapal tangkapan baik yang diproses yustisial oleh TNI AL maupun yang dilimpahkan kepada instansi terkait, dipandang perlu adanya peningkatan koordinasi tahapan penanganan atau proses perkara keamanan laut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tegasnya. (tnial.mil.id)

AS Kirim Dua Kapal Perang ke Indonesia

USS Blue Ridge Kapal Bendera Armada Ke-tujuh

23 Januari 2009, Jakarta -- Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan dua kapal perangnya ke Indonesia, untuk berpartisipasi dalam Parade Kapal Perang Indonesia (Indonesian Fleet Review) pada medio Agustus 2009.

Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI Angkatan Laut (AL) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul mengatakan, kemungkinan AS akan mengirimkan satu kapal induk dan satu kapal destroyer dari Armada Ketujuh AS.

"Hingga kini sudah ada 30 negara yang menyatakan akan berpartisipasi dalam Indonesian Fleet Review, termasuk AS, Jepang, Inggris, Korea Selatan, Australia dan negara-negara ASEAN," ujarnya.

Namun, Iskandar mengatakan, jumlah itu masih bisa bertambah.

Ia mengemukakan, keikutsertaan sejumlah negara itu dapat menjadi ajang mempererat kerjasama Indonesia dengan sejumlah negara, terutama angkatan laut RI dengan negara-negara tersebut.

Komitmen AS untuk berpartisipasi dalam Indonesia Fleet Review Agustus mendatang, dinyatakan secara serius Panglima Armada Ketujuh Laksmana Madya John M. Bird saat berkunjung ke Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Kamis, lanjut Iskandar.

Selain menyatakan keseriusannya untuk berpartisipasi dalam Parade Kapal Perang Indonesia, kedua pihak baik TNI AL dan Armada Ketujuh AS sepakat untuk meningkatkan kerjasama yang selama ini telah berjalan baik.

Pelaksanaan Parade Kapal Perang Indonesia kali pertama diselenggarakan pada Peringatan 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, dan baru kembali diselenggarakan pada pertengahan Agustus 2009. Ini juga merupakan keikutsertaan AS yang keduakalinya. (mediaindonesia.com)

Kunjungan Kedubes AS Di Mako Pasmar-1

Dankomar Menerima Cendera Mata (Photo: marinir.mil.id)

23 Januari 2009, Jakarta -- Dalam rangka koordinasi pelaksanaan mengenai materi Latihan Bersama Indonesia – USA Marine Exercise ( Latma Indusa Marex) tahun 2009 atau Latihan Bersama antara United State Marine Corps (USMC) dan Korps Marinir (Kormar) yang akan dilaksanakan pada tahun 2009, Pejabat dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), yakni Atase Marinir Letnan Kolonel Ron Domingue berkunjung ke Markas Komando (Mako) Pasmar-1, Jalan A. Yani No. 1 A Gedangan Sidoarjo; Kamis (22/01).

Melalui kunjungannya, pejabat AS tersebut ke Mako Pasmar-1, langsung diterima Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra di ruang Komandan.

Dalam kesempatan tersebut, Letnan Kolonel Ron Domingue menegaskan, kunjungannya kali ini, selain ditujukan untuk membina persahabatan, juga untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antara Marinir Indonesia dan USMC.

Selama perbincangan berlangsung, Komandan Pasmar-1 didampingi Kepala Staf Pasmar-1 beserta para Asisten Kas Pasmar-1.

Selanjutnya, Kedubes AS memberikan cindera mata berupa buku tentang United State Marines Corps kepada Dan Pasmar-1. (marinir.mil.id)

Kamis, 22 Januari 2009

Indonesia Jajaki Penambahan Pasukan di Kongo

Kegiatan Konga XX-F/Monuc (Photo: tniad.mil.id)

23 Januari 2009, Jakarta -- Pemerintah Indonesia menjajaki kemungkinan penambahan pasukan TNI dalam misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, menyusul menghangatnya situasi keamanan di wilayah itu sejak November 2008 silam.

Mabes TNI sudah mengirimkan Tim Inspeksi Teknis ke Kongo untuk melihat kondisi Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-F/Monuc yang tengah menjalankan misi perdamaian PBB, termasuk perkembangan situasi di negara itu.

Perwira Penerangan Konga XX-F/Monuc, Kapten Inf Leo Sugandi, melalui pesan elektroniknya kepada ANTARA di Jakarta Jumat mengatakan, tim inspeksi yang terdiri atas dua kelompok itu sudah melakukan penjajakan sejak 14 hingga 22 Januari ini.

Tim pertama yang membidangi operasi dan latihan bertugas ke Kinshasa guna melaksanakan koordinasi dengan Force Military Operation, Force Military Training Cell dan mengunjungi Military Observers yang berasal dari Indonesia.

Sedangkan tim kedua yang membidangi administrasi dan logistik bertugas ke Beni (Markas Satgas Konga XX-F) guna mengecek peralatan dan kesiapan Satgas dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan PBB.

Tim pertama piminan Letkol (Psk) Eris Widodo Y dan Mayor (Arm) Ferry Trisnaputra mengunjungi Monuc Force Training Centre (FTC) di Kinshasa, untuk mendapatkan gambaran lebih rinci tentang peran dan tugas pasukan PBB di Kongo.

Tim Mabes TNI juga melaksanakan kunjungan ke MONUC Operations Branch dan menerima paparan tentang situasi terakhir, termasuk rencana penambahan pasukan PBB di Kongo.

Perwira Koordinator Operasi MONUC menjelaskan,situasi terakhir di Kongo cukup "hangat", terutama di wilayah Timur tempat Satgas Kompi Zeni TNI bertugas.

Tim kedua antara lain beranggotakan Letkol (Chb) Tri Agung Martiono, Letkol (Inf) Muhamad Fauzi, Mayor (Inf) Supriyadi Afta dan Serka Iswadi bertolak ke Beni dan menerima laporan dari Wakil Komandan Satgas-Mayor Czi Cornelles Rompas mengenai kondisi personel dan materiil Satgas serta tugas-tugas dalam mendukung proses DDRRR (Disarmament, Demobilization, Repatriation, Resettlement, Reintegration) di Kongo.

Berkaitan dengan memanasnya situasi di Kongo, maka MONUC merencanakan akan menambah kekuatan militer sekitar 2.000 personel yang akan ditempatkan di Brigade North Kivu. Anggota tim inspeksi-Mayor (Arm) Ferry Trisnaputra menyebutkan, dalam pasukan tambahan tersebut, TNI kemungkinan akan bertindak sebagai FPU (Force Protection Unit).

Rencananya, pasukan tersebut akan bertugas mengamankan dan mengawal aset dan pejabat penting PBB di Kongo.

Dewan Keamanan PBB sedang mempertimbangkan untuk memperkuat pasukan penjaga perdamaian untuk Republik Demokrasi Kongo.

Resolusi yang dirancang Perancis itu hendak menambah hampir 3.100 lagi tentara dan polisi pada 17 ribu penjaga perdamaian yang sudah berada di Kongo timur. (antara.co.id)

Apel Kelengkapan Menuju Pangkalan Surabaya


23 Januari 2009 -- Jarum jam masih menunjukkan angka 05.30 WIT (Waktu Indonesia Timur), namun sepagi itu sudah terlihat ada kesibukan diatas geladak KRI Teluk Cendrawasih-533. Semua ABK (Anak Buah Kapal) dan personel Satgas peresmian Lantamal XI Merauke, melaksanakan apel kelengkapan diatas geladak Teluk Cenderawasih-533, Jumat (23/1).

Apel kelengkapan adalah suatu tradisi atau prosedur tetap (protap) yang dilakukan oleh setiap anak buah kapal pada saat akan melaksanakan pelayaran. Pagi itu, apel kelengkapan dipimpin oleh Palaksa (Perwira Pelaksana) KRI Teluk Cendrawasih-533 Kapten Laut (P) Andi Wijaya.

KRI Teluk Cendrawasih 533 (Photo: tnial.mil.di)


Sesuai dengan namanya, apel kelengkapan tersebut dimaksudkan untuk mengecek kelengkapan personel baik bagi anak buah kapal maupun yang on board diatas kapal. Dengan tujuan, jangan sampai nanti dalam pelayaran ada personel yang tertinggal atau tidak terawakinya salah satu pesawat yang ada di kapal.

Untuk itu, dalam pelaksanaan apel kelengkapan semua kepala divisi atau bagian mengecek kelengkapan anggotanya masing-masing, dan kemudian dilaporkan kepada Palaksa. Apel kelengkapan yang diadakan pagi itu, dalam rangka kapal akan bertolak menuju pangkalan di Surabaya. (tnial.mil.id)

Itjenau Kunjungi Lanud Sultan Iskandar Muda

Ketua tim Wasrik Itjenau Kolonel Pom Dadang Pranajaya (kanan)bersama Danlanud Sultan Iskandar Muda Letkol Pnb Olot Dwi Cahyono saat Entry Briefing di Aula Lanud SIM. (Photo: tni-au.mil.id)

23 Januari 2009, Lhokseumawe -- Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda mendapat kehormatan kunjungan Tim Wasrik dari Itjenau dipimpin oleh Kolonel POM Dadang Pranajaya mulai dari tanggal 19 Januari – 22 Januari 2009.

Komandan Lanud SIM Letkol Pnb Olot Dwi Cahyono memberikan paparan mengenai kondisi dan situasi Lanud kepada tim wasrik dan menjelaskan program kerja Lanud Sultan Iskandar Muda yang telah di laksanakan tahun 2008 maupun yang akan dilaksanakan 2009.Dengan kedatangan tim Wasrik ini diharapkan kinerja Lanud Sultan Iskandar Muda kedepan menjadi lebih baik. (tni-au.mil.id)

TNI AL –US NAVY Tingkatkan Kerja Sama

23 Januari 2009, Tidak bisa disangkal lagi bagi Angkatan laut kedua Negara yaitu TNI AL dan Angkatan Laut Amerika (US Navy) memiliki hubungan yang khusus, kerja sama dan koordinasi yang baik dan sudah terjalin selama ini. Hal ini terbukti dengan partisipasi aktif Angkatan Laut Amerika yang ditunjukkan melalui beberapa kegiatan yang lalu dan partisipasi yang sama masih tetap diharapkan di masa-masa yang akan datang, tegas Gubernur AAL Laksda Moch Jurianto SE saat menerima kunjungan kerja Panglima Armada ke VII VADM John M. Bird .

Kunjungan ini adalah merupakan suatu kehormatan dan hal yang istimewa bagi Akademi Angkatan Laut . Kunjungannya ke Akademi Angkatan Laut merupakan bagian dari kunjungan resminya ke Indonesia, kehadiran VADM John M. Bird di AAL ini adalah untuk memberikan ceramah sekaligus tanya jawab kepada kurang lebih 219 kadet dan Perwira Siswa.

VADM John M. Bird dalam sambutannya memberikan informasi tentang Armada ke VII Amerika dan Angkatan Laut Amerika serta isu-isu terkini. “Nilai kerja sama sangat penting bagi kedua Negara dan Angkatan Laut Amerika selalu ada saat diperlukan “ ujar VADM John M. Bird. (tnial.mil.id)