Kamis, 23 Juni 2011

Paskhasau Terjun Statik dari Hercules USAF

(Foto: U.S. Air Force/Tech Sgt. Cohen A. Young)

24 Juni 2011, Jakarta (Pelita): Sebanyak 22 prajurit Paskhasau dari Batalyon-461 Paskhasau melaksanakan terjun statik dengan menggunakan pesawat Hercules USAF YJ6, Rabu (22/6) malam, di Detasemen TNI Angkatan Udara, Gorda, Tangerang, Banten.

Terjun malam merupakan salah satu rangkaian Latihan bersama Cope West tahun 2011 antara TNI Angkatan Udara dengan US Air Force, yang pembukaannya dilaksanakan baru-baru ini oleh Wakasau Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi.





(Foto: U.S. Air Force/Tech Sgt. Cohen A. Young)

Sebelumnya ke-22 personel anggota Paskhas telah melaksanakan diskusi kelas dan dilanjutkan dengan latihan kering di dalam pesawat Hercules C-130 USAF yang sudah stand by di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta; kata Kapentak Lanud Halim Perdanakusuma Mayor Sus Gerardus Maliti, SSos.

Diskusi kelas dan praktik langsung di lapangan ini dipimpin oleh MSgt Jhon Ganon dan MSgt Jason Nuy, keduanya sebagai Jumpmaster dari Weather Squadron, Fost Bragg, US. Sedangkan dari Paskhasau dipimpin oleh Letda Psk Adim Dwi Prasanda dari Batalyon-46 Paskhasau.

Kegiatan latihan ini memiliki arti yang sangat berharga bagi ke-22 anggota Paskhas tersebut. Sebab, menurut keterangan dari Letda Psk Adim; penerjunan dengan menggunakan ram door sangatlah jarang dilakukan oleh anggota Paskhasau. Selama ini, lebih sering menggunakan pintu samping pesawat Hercules C-130.

Sumber: Harian Pelita

KRI Rencong Uji Coba Gas Turbin di Laut Jawa

23 Juni 2011, Laut Jawa (ANTARA News): Komandan KRI Rencong-622, Letkol laut (P) Avianto Rooswirawan (kiri) dan Kadep Ops KRI Rencong-622, Mayor laut (P) Agus Joko, berada di ruang pusat informasi tempur (PIT) KRI Rencong-622, saat uji coba gas turbin di perairan Laut Jawa, Kamis (23/6). Uji coba yang dilakukan salah satu jenis kapal cepat yang dimiliki Koarmatim tersebut merupakan bagian dari persiapan patroli keamanan laut di wilayah timur Indonesia. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11)

Komandan KRI Rencong-622, Letkol laut (P) Avianto Rooswirawan (kiri) berada di anjungan, saat uji coba gas turbin di perairan Laut Jawa, Kamis (23/6). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11)

Rabu, 22 Juni 2011

Uji Coba Boeing-737 Skadron Udara-5 Pasca Perawatan di Airod


23 Juni 2011, Makassar (Pelita): Dengan telah selesainya pemeliharaan D Check pesawat Boeing-737 Skadron Udara-5 (AI-7302) di Airod Sdn Bhd Malaysia maka diberangkatkanlah satu Tim Crew Flight Test dari Skadron Udara-5 yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara-5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar Letkol Pnb Arifaini Nur Dwiyanto.

Siaran pers Penerangan Koopsau II, Rabu (22/6) menjelaskan, setelah dilakukan ground check, Crew Flight Test melakukan pengujian sesuai dengan standard operating prosedur yang ada. Kendala dan permasalahan yang muncul pada saat pelaksanaan tes ternyata membutuhkan waktu untuk ditindaklanjuti sehingga membuat pelaksanaannya membutuhkan jangka waktu yang relatif lama. Tanggal 4 Mei 2011 kru melaksanakan pengujian penerbangan pesawat AI-7302 yang keempat kalinya setelah remarks pada penerbangan sebelumnya diselesaikan oleh pihak Airod Malaysia.

Penerbangan ini dilaksanakan di area WMR 302 A/B wilayah udara Subang Malaysia. Ketika pesawat menanjak pada ketinggian mencapai 22.000 feet dari target 35.000 feet yang direncanakan, Crew Flight Test mengamati adanya dua kondisi emergency yang terjadi yaitu kebocoran pada left and right forward doors dan juga indikasi oil quantity engine nomor 2 menurun drastis yangdiikuti fluktuasi dari engine oil pressure. Test Pilot Letkol Pnb Arifaini, memutuskan untuk menghentikan climbing pesawat dan meminta izin menara pengawas Kuala Lumpur untuk descend dan kembali mendarat di Bandara Subang Malaysia. Pada saat pesawat turun melewati ketinggian 18.000 feet, oil quantity dari engine nomer 2 totally zero dan oil pressure terus menurun mendekati 40 psi. Sesuai dengan emergency prosedur pesawat Boeing 737-200, test pilot memutuskan untuk melakukan shut down engine nomer 2 (kanan) dan segera minta prioritas untuk mendarat. Pesawat berhasil didaratkan dengan selamat di landasan pacu dengan menggunakan single engine landing prosedur tanpa adanya korban
jiwa dan major material pesawat.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Airod dan NTP Bandung sebagai pihak yang melaksanakan overhaul engine tersebut, disimpulkan http://www.blogger.com/img/blank.gifbahwa faktor usia material (aging) telah mengakibatkan terjadinya crack pada oil diff pressure sehingga mengakibatkan kebocoran oli yang sangat cepat.

Berdasarkan kronologis penerbangan dan laporan dari berbagai sumber maka Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Munandar, memberikan sertifikat apresiasi berupa Well Done Award karena dapat mendaratkan pesawat pada saat terjadi emergency single engine dengan aman dan selamat.

Penghargaan diberikan pada tanggal 9 Juni 2011 kepada tujuh orang Crew Test Flight Skadron Udara-5 dibawah pimpinan Komandan Skadron Udara-5. Pesawat AI-7302 tersebut baru dapat didelivery ke Skadron Udara-5 Lanud Sultan Hasanuddin pada tanggal 6 Juni 2011 dan telah dapat dioperasikan dengan normal.

Sumber: Harian Pelita

Indonesia Dapat Hibah 24 Pesawat F-16 Bekas Amerika

F-16A Fighting Falcon. (Foto: USAF)

22 Juni 2011, Jakarta (TEMPO Interaktif): Kementerian Pertahanan memastikan tidak ada lagi masalah soal tawaran hibah 24 pesawat F16-A bekas dari Amerika Serikat. "Sudah tidak ada masalah. Dewan sudah ke Amerika dan sudah ke Kongres dan mereka sudah tahu," ujar Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR, Rabu 22 Juni 2011.

Ia menegaskan anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk membeli pesawat baru kini akan digunakan untuk meng-upgrade 24 pesawat hibah F16 bekas ke mesin blok 32 dan 10 pesawat yang dimiliki Indonesia. "DPR hanya menyarankan untuk kehati-hatian."

Poernomo mengatakan belum tentu pesawat hibah tersebut sudah bisa datang ke Indonesia awal tahun ini karena paling tidak dalam satu tahun upgrading pesawat hanya mampu tiga sampai lima unit. "Bertahap nantinya, setahun paling lima pesawat. Jadi, butuh empat tahunan." ujarnya. "Pembayarannya juga tergantung dari yang di-upgrading," katanya.

Sebelumnya, pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani mengatakan ada beberapa hal yang harus dikritisi dalam hibah tersebut. Pertama, pemerintah mesti terlebih dulu memastikan apakah penyediaan suku cadang dan perawatannya satu paket dengan hibah ke-24 F16 bekas. Pemerintah juga diminta untuk memastikan ke-24 armada itu dalam kondisi bagus.

Yang juga harus diperhatikan pemerintah, kata Jaleswari, adalah varian alutsista. Keberagaman alutsista itu tidak menguntungkan Indonesia. Meski banyak hal harus dipertimbangkan sebelum menerima hibah Amerika, Jaleswari tetap menganggap tawaran 24 F16 bekas jauh lebih tepat dibanding pemerintah membeli pesawat tempur baru.

Sumber: TEMPO Interaktif

Pembuatan Peta Laut Terkendala Dana


22 Juni 2011, Jakarta (Jurnas.com): Dinas Hidro Oseanografi (Dishidros) TNI Angkatan Laut yang bertugas dalam bidang survei dan pemetaan kelautan harus mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi di lapangan. Karenanya survei dan peta laut harus diperbaharui secara berkala. Namun keterbatasan anggaran menjadi kendala Dishidros dalam menjalankan tugasnya tersebut.

"Ada 500 no peta yang harus di revisi per 5 tahun. Apalagi karena peta yang ada peninggalan belanda,"kata Subdis pemetaan Dishidros TNI AL Letkol A. Azis Muttaqim di Jakarta, Rabu (22/6).

Azis mengatakan, karena keterbatasan anggaran revisi terhadap peta-peta tersebut menjadi tidak maksimal. "Tiap tahun ada revisi, tapi anggarannya terbatas. Tiap tahun kami revisi 90 no peta,"katanya. Padahal revisi peta inhttp://www.blogger.com/img/blank.gifi penting untuk keselamatan pelayaran karena kondisi di lapangan selalu berubah.

Menurut Azis, pembuatan peta ini membutuhkan biaya yang tinggi. Namun dia tak menyebut berapa biaya yang dibutuhkan. "sebagai gambaran saja, peta dengan skala 1:12 ribu, areanya 12 mil bisa menghabiskan 1 Milyar lebih,"jelas Azis. Akibatnya banyak peta yang belum direvisi karena kekurangan dana.

Selain itu, kata Azis, dengan dana dan kapal yang terbatas pelaksanaan tugas Dishidros menjadi tak maksimal. Untuk melakukan survei, Dishidros hanya mampu menjangkau 12 lokasi. Padahal tempat dan lokasi yang harus disurvei terhitung banyak. "Apalagi kalau kita survei ke Papua, misalnya, bawa alatnya saja sudah butuh biaya. Kapal kami saat ini ada tujuh,"jelas Azis.

KSAL: Dishidros Pisau Bermata Dua

Dinas Hidro Oseanografi (Dishidros) TNI AL dituntut mampu menyediakan dan mendistribusikan data hidrografi dan oseanografi yang akurat, mutakhir, dan berkesinambungan.

Data itu penting untuk mendukung kebijakan maritim nasional maupun berbagai aktivitas kemaritiman. Misalnya, keselamatan bernavigasi di laut, pengelolaan pesisir, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya laut, serta perlindungan lingkungan laut dan pertahanan laut.

”Baik di masa damai maupun di masa kritis,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutan saat membuka seminar dan pameran hari Hidrografi Dunia di Hotel Mercure Ancol di Jakarta, Rabu (22/6).

Dishidros seperti pisau bermata dua yang masing-masing sisinya sama tajam. Pada satu sisi bertugas menjalankan fungsi lembaga hidrografi militer/TNI untuk mendukung kepentingan pertahanan negara di laut. Sisi lain berperan mendukung kepentingan nasional pada aspek kesejahteraan, dalam hal pelayanan publik di bidang keselamatan navigasi pelayaran, mendukung kebijakan pemerintah dalam aspek kelautan, diplomasi batas maritim, serta penelitian kelautan khususnya di bidang hidrografi dan oseanografi.

”Dishidros secara institusional mewakili negara sebagai anggota International Hydrography Organization (IHO) sejak tahun 1960,” kata KSAL.

Sumber: Jurnas

KSAL Terima Kunjungan KSAL Singapura

(Foto: Mindef)

22 Juni 2011, Jakarta (Jurnas.com): Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno menerima kunjungan kehormatan Chief of Navy RSN (Republic of Singapore Navy)/KSAL Singapura Rear Admiral (Laksamana Muda) Ng Chee Peng di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) Cilangkap, di Jakarta, Rabu (22/6).

Menurut Kasubdispenum Kolonel Laut (P) Rony E Turangan dalam siaran persnya, KSAL Singapura diterima secara kemiliteran melalui jajar kehormatan keprotokolan prajurit TNI AL serta mengadakan inspeksi pasukan didampingi KSAL Laksamana TNI Soeparno di depan Gedung Utama Mabesal.

Dalam pertemuannya dengan KSAL, Kasal Singapura Laksda Ng Chee Peng mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan prajurit TNI AL pada IMDEX (International Maritime Defence Exhibition) dan adanya perwakilan Perwira TNI AL dalam CTF (Combined Task Force) 151 yang bermarkas di Teluk Aden, Yaman. Selain itu KSAL Singapura juga sangat setuju untuk memperluas dan memperkuat kerja sama kedua Angkatan Laut yang telah terlaksana sejak 1974, baik dalam latihan bersama, pertukaran perwira maupun bentuk-bentuk lain.

Dalam pembicaraan kedua pemimpin Angkatan Laut tersebut, KSAL Singapura Laksda Ng Chee Peng berharap TNI AL dan AL Singapura dapat menjadi tuan rumah bersama pada AIP (ASEAN Information Portal) yang akan memberikan pelatihan kepada seluruh Angkatan Laut di wilayah ASEAN. Laksda Ng Chee

Peng juga mengharapkan kehadiran perwira TNI AL pada IF (International Fusion Center) yang berpusat di Changi Naval Base Singapura sebagai Liaison Officer (LO) guna memantau keamanan maritime.

KSAL menyambut baik tawaran tersebut dan akan segera menempatkan perwira TNI AL sebagai LO. Pada kesempatan tersebut Soeparno juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada KSAL Singapura karena kesediaannya memberikan kuliah umum pada Perwira Siswa Pendidikan Reguler Seskoal di Cipulir Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, KSAL Laksamana TNI Soeparno didampingi oleh Irjenal Laksda TNI Harry Yuwono, Aspam Kasal Laksda TNI I Putu Yuli Adnyana, Asops KSAL Laksda TNI Slamet Yulistiyono, Aspers KSAL Laksda TNI

Bambang Budianto, dan Aslog KSAL Laksda TNI Drs. Didik Suhari. Kunjungan diakhiri dengan tukar-menukar cinderamata antara keduanya.

Sumber: Jurnas

Penerjun Meriahkan Pameran Kedirgantaraan Minang

Sejumlah pengunjung Minang Aero Sport Show & Sumbar Expo memperhatikan secara dekat pesawat Hercules C-130 saat pembukaan Minang Aero Sport Show & Sumbar Expo 2011 di Bandara Tabing Padang, Sumbar, Rabu (22/6). Minang aero sport show fesvital olah raga kerdigantaraan yang menampilkan berbagai jenis olah raga kerdigantaraan, kegiatan tersebut berlangsung 22 hingga 26 juni. (Foto: ANTARA/Arif Pribadi/ss/pd/11)

23 Juni 2011, Jakarta (Suara Karya): Sebanyak 27 penerjun memeriahkan pembukaan pameran Kedirgantaraan Minang Aero Sport Show dan Sumbar Expo 2011 yang digelar 22-26 Juni 2011 di Bandara Tabing, Padang, Sumatera Barat. Sebanyak 27 penerjun tersebut diturunkan dari Pesawat Hercules c-130 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma terjun dari ketinggian 800-10.000 kaki dengan menggunakan kombinasi aneka payung warna-warni dilangit Kota Padang pada jam 11.30 WIB.

Komandan Lanud (Danlanud) Padang, Letkol (Pnb) Awang Kurniawan menyebutkan, 27 penerjun tersebut berasal dari Batalyon Paskhas 461, PTP TNI AD (Kopasus dan Kostrad), PTP TNI AL (Marinir), PTP Polri, PTP Bea Cukai dan PTV Aves Fasi Jabar.

Pesawat Tempur TNI AU Operasi Camar


Empat pesawat tempur F-5 Tiger dari Skadron Udara 14 Iswahyudi TNI Angkatan Udara (AU) melaksanakan operasi Pagar Camar, Lintas Camar, Alur Camar 2011 Combine Latihan Terbang Jelajah.

Komandan Lanud El Tari, Letkol (Nav) Joko Winarto sebagai Komandan Satlakops dalam siaran pers yang diterima Suara Karya di Jakarta, Rabu (22/6) mengatakan, tujuan operasi ini, untuk mewujudkan sistem pertahanan dan keamanan di yuridiksi wilayah udara Indonesia. Tak dipungkiri, ancaman maupun gangguan dari pesawat asing tak bisa diprediksi sehingga TNI AU perlu melakukan pemantauan melalui jelajah udara.

Sumber: Suara Karya