Rabu, 30 Juni 2010

Enam Perwira AL Singapura Kunjungi Mako Brigif-1 Marinir

Seorang perwira AL Singapura mendapatkan penjelasan dari seorang perwira Korps Marinir, saat kunjungan di Brigif-1 Marinir, Gedangan Sidoarjo, Rabu (30/6). Kunjungan enam perwira jajaran AL Singapura tersebut, bertujuan untuk menjalin kerjasama di bidang pengamanan laut. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/10)

30 Juni 2010, Surabaya -- Enam perwira Angkatan Laut (AL) Singapura mengunjungi markas komando brigade infantri (Mako Brigif-1) Marinir di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.

Keenam perwira AL Singapura itu diterima Komandan Brigif-1 Marinir, Kolonel Marinir Amir Faisol, yang didampingi sejumlah pejabat teras Brigif-1 Marinir.

Dalam kesempatan itu, Amir Faisol menjelaskan struktur organisasi Brigif-1 Mar, tugas pokok, dan beberapa penugasan yang dilaksanakan prajurit Brigif-1 Marinir.

Setelah mendapatkan penjelasan tentang Brigif-1 Mar, para perwira AL Singapura yang dipimpin oleh Letkol Steven Tan dengan perwira pendamping Letkol Mar Sulthon Hasanudin itu menyaksikan unjuk kemampuan oleh prajurit Brigif-1 Mar.

Mereka menyaksikan unjuk kemampuan prajurit Brigif-1 Mar dalam beladiri militer dan drill senjata bantuan. Bela diri yang ditampilkan, antara lain wushu, karate, tae kwon do, dan pencak silat.

Unjuk kemampuan itu mengundang tepuk tangan sangat meriah saat para prajurit Brigif-1 Mar berhasil memecahkan besi dan mematahkan balok es dengan menggunakan tangan kosong.

Selain itu, para perwira AL Singapura juga takjub saat menyaksikan tubuh dan kepala sejumlah prajurit Baret Ungu itu disiram cairan HCL serta tangannya ditusuk-tusuk dengan jarum.

Beberapa perwira AL Singapura juga sempat memeriksa lempengan besi yang akan dipatahkan dengan tangan dan juga sempat menusukkan jarum ke tangan prajurit Marinir yang sedang unjuk kemampuan.

Setelah melihat kemampuan prajurit Brigif-1 Marinir dalam bela diri, dan drill senjata bantuan itu, para perwira AL Singapura itu mengikuti aksi bersama menembak dengan pistol di lapangan tembak Brigif-1 Marinir.

Sebelumnya, keenam perwira AL Singapura itu sempat mengunjungi mako Pasukan Marinir (Pasmar-1) dan diterima langsung oleh komandannya, Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra.

Komandan Brigif-1 Mar Kolonel Marinir Amir Faisol (kanan) melakukan salam komando dengan Letkol Mar Sulthon Hasanudin (tengah) dan Letkol Steven Tan (kiri). (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Sejumlah prajurit Brigif-1 Mar unjuk kebolehan bela diri saat kunjungan Perwira AL Singapura ke Brigif-1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo. Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerjasama dan meningkatkan persahabatan antar Angkatan Laut. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Seorang Perwira AL Singapura memeriksa lempengan besi yang akan dipatahkan oleh prajurit Brigif-1 Mar. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Seorang prajurit Brigif-1 Marinir unjuk kebolehan mematahkan lempengan besi dengan menggunakan tangan kosong. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Seorang prajurit Brigif-1 Marinir memecahkan balok es dengan kepalanya. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Prajurit Brigif-1 Marinir unjuk kemampuan disiram dengan cairan HCL saat kunjungan Perwira AL Singapura ke Brigif-1 Marinir. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Selain itu, para perwira AL Singapura juga takjub saat menyaksikan sejumlah prajurit Baret Ungu itu tanggannya ditusuk-tusuk dengan jarum. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Letkol Steven Tan mendapat penjelasan tentang persenjataan yang dimiliki Brigif-1 Marinir dari Letkol Mar Sulthon Hasanudin. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Setelah melihat kemampuan prajurit Brigif-1 Marinir dalam bela diri dan drill Senjata Bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan menembak pistol bersama dilapangan tembak Brigif-1 Mar. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

ANTARA News/detikFoto

Spoiler " Image" Gunung Tampomas

Ini adalah bentuk perhatian kami terhadap alam, dengan sedikit berbagi keindahan dan sebagian situs, di Gunung Tampomas.

gunung tampomas...

tampomas 1

jalur tampomas...

tampomas 2


1/2 pendakian tampomas...

tampomas 3

jurang tampomas...

tampomas 4

puncak tampomas...

tampomas 5

situs makam di puncak tampomas...

tampomas 6


situs batu di puncak tampomas...

tampomas 7

kabut pagi di puncak tampomas...

tampomas 8

Tampomas adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Jawa Barat, tepatnya sebelah utara kota Sumedang ( 6.77° LS 107.95° BT ). Stratovolcano dengan ketinggian 1684 meter ini juga memiliki sumber air panas.—wikipedia--

Selasa, 29 Juni 2010

Radar AS Efektif Amankan Selat Malaka

Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron R Hume dalam sebuah upacara pemotongan pita di Pusat Komando TNI Angkatan Laut Batam menyerahkan bantuan senilai $56 juta dalam bentuk sistem radar pesisir dan atas kapal, yang meliputi 16 unit radar pesisir, 11 radar kapal, satu perangkat perlengkapan markas besar dan dua pusat komando regional. (Foto: Kedubes AS)

30 Juni 2010, Jakarta -- Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Marsetio mengatakan, keberadaan 12 sistem radar intai terintegrasi (integrated maritime surveillance system/IMSS) hibah dari Amerika Serikat di sepanjang Selat Malaka cukup efektif untuk mengurangi potensi kerawanan maritim.

"Kita harapkan kerawanan terus menurun dengan adanya IMMS ini," ujar Marsetio saat dihubungi Suara Karya di Jakarta, Selasa (29/6).

Sebelumnya, Marsetio menghadiri acara penyerahan bantuan IMSS dari pemerintah AS kepada pemerintah Indonesia di Batam. Bantuan IMMS diserahkan Duta Besar AS Cameron R Hume kepada pemerintah Indonesia melalui Irjen Kementerian Pertahanan Laksamana Madya TNI Gunadi.

Marsetio mengatakan, IMSS memiliki kemampuan sangat besar untuk mendukung pengamanan laut dan mencegah aksi teror di laut. Selain itu, sistem terintegrasi ini cukup membantu keselamatan pelayaran.

IMSS adalah sistem yang dibangun dan dikembangkan pemerintah AS di Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura dalam rangka kerja sama keamanan maritim. IMSS terdiri atas posal (pos TNI- AL) satuan radar (CSS) dan Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal).

IMSS di Selat Malaka dilengkapi 10 CSS yang terletak di pantai Sumatera yang menghadap Selat Malaka. Puskodal Batam mampu menampilkan situasi laut yang dapat dilihat pada waku yang sama, memiliki komando kendali yang tidak terpengaruh oleh gangguan frekuensi, memonitor seluruh pergerakan kapal di laut yang memasang AIS maupun vessel tracking identification system dengan penggelaran alutsistanya.

"Keberadaan IMSS cukup penting untuk memantau lalu lintas kapal dan keamanan di perairan Selat Malaka. Mengingat Selat Malaka merupakan perairan internasional yang ramai dilewati oleh kapal-kapal dari berbagai negara, sehingga rawan tindak kejahatan di laut.

Peluang investasi

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Herry Setianegara mengatakan, keamanan perairan di Selat Malaka sangat penting bagi perkembangan dan diperlukan untuk membuka peluang investasi bagi daerah tersebut. "Sebagai jalur transportasi laut, Selat Malaka punya kontribusi besar terhadap Indonesia," ujarnya.

Pascapengoperasian IMSS, dia mengatakan, tingkat kejahatan di Selat Malaka terus menurun. Bahkan, angka kejahatan nihil. Hal ini, karena didukung oleh sistem pengamanan dan peralatan canggih untuk pengamanan perairan.

"IMSS merupakan program lama kerjasama AS dan Indonesia. Pembangunan dan pengoperasiannya dilakukan bertahap. Hasilnya cukup bagus," ujar Herry.

Sementara itu, Duta Besar AS Cameron R Hume mengharapkan, bantuan IMSS yang diterima pemerintah Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengamankan perairan Selat Malaka. "Bantuan ini untuk memberikan keamanan bagi kapal kami," katanya.

Suara Karya

TNI AD Diminta Evaluasi Kodam

Danlanud Balikpapan Letkol Pnb Arif Widianto beserta pejabat Lanud menghadiri peresmian Kodam VI/Mulawarman oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta melalui upacara militer dimana dari Lanud Balikpapan juga menurunkan satu peleton pasukan, yang digelar di halaman Makodam, Senin (28/6). (Foto: Pentak Lanud Balikpapan)

30 Juni 2010, Jakarta -- Berbagai reaksi muncul dengan dipecahnya dua komando militer atau kodam di Kalimantan menjadi Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XII/Tanjungpura untuk memperkuat kendali militer. TNI AD diharapkan mengevaluasi keberadaan komando kewilayahan yang ada.

”Kalau memang orientasinya karena ada perbatasan bisa diterima, tetapi pada saat yang sama seharusnya ada peninjauan ulang gelar pasukan di bagian barat Indonesia,” kata T Hari Prihatono dari ProPatria di Jakarta, Selasa (29/6).

Pembentukan dua kodam di Kalimantan tersebut diresmikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta sehari sebelumnya (Kompas, 29/6).

Menurut Hari, alasan dapat diterima juga kalau memang pijakannya adalah postur pertahanan. Postur pertahanan adalah konsep dan rencana pertahanan negara yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan setelah mendapat masukan dari TNI.

Namun, menurut Hari, sejalan dengan itu, seharusnya ada evaluasi terhadap komando kewilayahan di bagian barat Indonesia di mana yang menjadi orientasi adalah kapabilitasnya. Di daerah-daerah yang tidak berhubungan dengan ancaman dari luar, seperti di Jakarta, yang harus diperkuat adalah kapasitas tempurnya.

”Kodim (komando distrik militer) dan korem (komando resor militer) dihilangkan, yang diprioritaskan adalah kapasitas tempurnya,” kata Hari.

Al Araf dari Imparsial bahkan menolak pembentukan kodam baru di Kalimantan.

Menurut dia, langkah KSAD Jenderal George Toisutta ini tidak sejalan dengan semangat UU TNI, terutama Pasal 11 dan penjelasannya, yang mensyaratkan pembatasan perluasan komando teritorial. Hal itu khususnya yang menjelaskan pergelaran kekuatan tidak selalu mengikuti struktur pemerintahan.

Peresmian Kodam VI/Mulawarman

Kodam VI/Mlw diresmikan setelah Kodam VI/Tanjungpura dilikuidasi pada saat yang sama. Selanjutnya Kalimantan memiliki dua Kodam, yakni Kodam VI/Mlw berkedudukan di Balikpapan dan Kodam XII/Tpr berkedudukan di Pontianak. Penamaan kedua kodam ini, kata Letkol Inf Suwarjiyana, disesuaikan dengan sejarah daerah masing-masing. Tanjungpura adalah kerajaan tertua di Kalbar, sedangkan Mulawarman adalah salah satu raja kerajaan Kutai di masa lampau.

Ditambahkan, pemekaran kodam ini dirasa perlu dilakukan karena secara geografis, luas pulau Kalimantan lima kali lebih besar dari pulau Jawa. Tingkat ancaman juga cukup besar karena berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. “Di bagian daratan juga berbatasan langsung dengan Malaysia Timur (Sarawak) yang memiliki panjang perbatasan sekitar 966 kilometer, sehingga secara geografis dan pertahanan keamanan sudah bisa terbagi atas dua Kodam”, jelas Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Letkol Inf Suwarjiyana.

KOMPAS/Pentak Lanud Balikpapan

Prajurit Marinir 8 Tangkahan Lagan Siap Tempur

28 Juni 2010, Pangkalan Brandan -- Dan Yon Infanteri 8 Marinir Tangkahan Lagan Pangkalanbrandan, Mayor Mar Bambang Hadi Suseno mengatakan tidak ada istilahnya prajurit yang tua usia di Pasukan Marinir, melainkan siap tempur di Medan perang.

Demikian dikatakannya dalam suatu latihan Dopper, Minggu (27/6) di Desa Sekoci Kecamatan Besitang. Latihan terlihat cukup membahayakan, namun bagi prajurit Marinir sudah biasa menghadapinya walau latihan dengan menggunakan peluru tajam itu.

Latihan tempur secara terpadu yang dilaksanakan sejak tanggal 20 Juni 2010 dan akan berakhir pada tanggal 1 Juli 2010 dikawasan Kabupaten Langkat Kecamatan Pangkalansusu, Besitang dan Sei Lepan ini, terlihat sukses dan berhasil dengan baik.

Dan Yon Marinir-8 memaparkan kepada Global, ada lima tahap dalam latihan terpadu yang dilaksanakan prajurit Marinir, di antaranya tahap pertama di laut, kedua jurit marinir, ketiga menembak dari gunung dan laut, ke empat serangan terpadu dan ke lima lintas medan (Limed).

Komandan Brgif-3 Lampung Kolonel Mar Eddy Setiawan, yang meninjau secara langsung di Lokasi latihan Dopper Prajurit Marinir di Desa Sekoci tersebut, menegaskan penutupan latihan ini akan berakhir 1 Juli 2010, lalu prajurit Marinir akan melakukan lintas medan dengan menelusuri hutan jarak tempuh 100 Km.

Kepala Tim Dopper Letda Mar Marthin LB mengatakan latihan Dopper memang cukup berat, dan bukan berarti penembak Sniper dapat melaksanakan sebagai penembak dalam latihan Dopper.

Penembak pada latihan Dopper itu prajuritnya harus siap uji dan bernyali tinggi dan selanjutnya dia menerangkan dalam Dopper ini ada 158 prajurit yang dilatih dengan 7 orang penembak Dopper.

Harian Global

KRI Ahmad Yani Tangkap KIA Vietman


29 Juni 2010, Jakarta -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Ahmad Yani (AMY) - 351, yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Arung Pari 2010 Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar), berhasil mengamankan sebuah kapal ikan asing (KIA) Vietnam pada posisi 06 22 08 U – 110 19 41 T saat sedang melaksanakan Operasi di perairan Laut Cina Selatan. Demikian dikatakan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Armabar Letkol Laut (KH) Drs. Supriyono di Markas Komando (Mako) Koarmabar Jalan Gunung Sahari Raya No. 67 Jakarta Pusat, Selasa (29/6).

Dalam siaran Persnya Kadispenarmabar menyebut kapal tersebut bernama KM. PY 91559 TS berbobot 30 GT jenis KIA yang dinahkodai Dang Van Hiep dengan anak buah kapal (ABK) delapan orang semuanya warga negara Vietnam dihentikan dan diperiksa KRI Ahmad Yani - 351 saat sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan diperairan Zone Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Laut Cina Selatan.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, kapal tersebut telah melakukan penangkapan ikan campuran kurang lebih satu ton, tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah dari Pemerintah Indonesia, selanjutnya untuk proses hukum lebih lanjut kapal dikawal menuju Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ranai.

Pikiran Rakyat

Satgasmar Ambalat X Tiba di Surabaya

Komandan Batalyon Infanteri-1 Marinir Letkol Mar Suliono menyerahkan Bendera Yonif-1 Mar kepada Komandan Satgasmar Ambalat X Kapten Marinir Imam Syafii di Markas Batalyon Infanteri-1 Marinir, Jl Teluk Bayur 62, Surabaya. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

29 Juni 2010, Surabaya -- Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Ambalat X, Selasa, tiba dengan penyambutan secara resmi di lapangan apel Yonif-1 Mar, Jalan Teluk Bayur, Surabaya.

Kedatangan mereka disambut Komandan Brigade Infanteri-1 Marinir Kolonel Marinir Amir Faisol mewakili Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Komandan Brigif-1 Marinir, Komandan Pasmar-1 mengatakan Satgasmar X telah melaksanakan tugas mulia bagi bangsa dan negara selama kurang lebih enam bulan.

"Tugas negara yang kalian emban bukanlah tugas yang ringan, sebab selain dituntut untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik, juga dituntut untuk mempertanggungjawabkan semua kegiatan yang telah dilaksanakan selama berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia," katanya.

Hal itu, lanjutnya, dilaksanakan dalam rangka menjunjung tinggi martabat Korps Marinir, TNI AL, TNI, bangsa, dan negara.

"Penugasan bagi prajurit Korps Marinir adalah suatu kepercayaan, sedangkan kepercayaan adalah suatu kehormatan sekaligus merupakan kebanggaan, sehingga dengan tekad itulah kalian dapat menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan harapan pimpinan yaitu menjaga keutuhan NKRI," paparnya.

Oleh karena itu, Komandan Brigif-1 Marinir, Komandan Pasmar-1 mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada personel Satgasmar Ambalat X.

"Mudah-mudahan apa yang kalian dapatkan bisa menambah pengalaman dan wawasan tentang tugas-tugas yang akan datang," kata orang nomor satu di jajaran Pasmar-1 itu.

Setelah melaksanakan upacara penyambutan, tim dari Rumah Sakit Marinir Gunungsari melakukan pengecekan kesehatan kepada personel Satgasmar Ambalat X dengan Komandan Satgas Kapten Marinir Imam Syafi'i itu.

Upacara penyambutan dihadiri Pasops Brigif-1 Mar Letkol Mar Sugianto, S.Sos, Danyon Komlek-1 Mar Letkol Mar Edy Cahyo Sumarno, dan Danyonif-5 Mar Mayor Marinir Nurhidayat.

Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat X keluar dari KRI Teluk Manado 537 di dermaga Ujung, Surabaya, Selasa, (29/6/2010). (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Komandan Satgasmar Ambalat X dikalungi rangkaian bunga di markas Batalyon Infanteri-1 Marinir, Jl Teluk Bayur 62, Surabaya. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat X dengan Komandan Satgas Kapten Marinir Imam Syafii memasuki lapangan apel Yonif-1 Mar, Jl Teluk Bayur 62, Surabaya. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Upacara penyambutan kedatangan Satgasmar Ambalat X ini berlangsung di lapangan apel Yonif-1 Mar, Jl Teluk Bayur 62, Surabaya. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Komandan Brigif-1 Mar Kolonel Marinir Amir Faisol beserta para undangan memberikan ucapan selamat datang kepada Satgasmar Ambalat X. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Komandan Satgasmar Ambalat X Kapten Marinir Imam Syafii memberikan pengarahan kepada anggotanya sesaat setelah upacara penyambutan. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Sejumlah anggota Provos melakukan pemeriksaan barang dan senjata sesaat setelah upacara penyambutan. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Tim kesehatan dari Rumah Sakit Marinir Gunungsari melakukan pengecekan kesehatan kepada anggota Satgasmar Ambalat X di gedung Balai Prajurit Yonif-1 Mar, Jl Teluk Bayur 62, Surabaya. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

ANTARA Jatim/detikFoto