Kamis, 27 Mei 2010

Latpratugas Satgas Unsur KRI Manlap di Laut Jawa


27 Mei 2010, Surabaya -- Latihan Pratugas Satgas Unsur KRI yang dibuka 26 April, selama tiga hari mulai 25 Mei hingga 27 Mei telah melaksanakan tahap akhir latihan yaitu menggelar manuvra lapangan (Manlap) di perairan Laut Jawa. Dalam manuver lapangan yang diikuti 9 unsur KRI dari berbagai jenis termasuk kapal selam dan 2 pesawat TNI AL tersebut, beberapa KRI telah melaksanakan penembakan meriam keliber 76 mm dan 57 mm di Pulau Gundul Semarang, serta penembakan anti udara dengan meriam kaliber 20 mm.

Latihan yang melibatkan 1091 personel dengan Komandan Satgas Kolonel Laut (P) Yudo Margono tersebut, bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan personel satuan dan kesiapan alutsista dalam mewujudkan kesiapsiagaan operasional serta sasaran yang ingin dicapai terwujudnya pengetahuan dan keterampilan para peserta latihan dalam tugas pengamanan wilayah laut Indonesia.

Pelajaran yang dikembangkan dalam latihan ini, yaitu perencanaan dan pengendalian operasi laut dengan kekuatan satuan-satuan tugas, kemampuan bekerja sama dalam pengintaian, manuver dan penembakan terhadap sasaran (permukaan, bawah permukaan, udara dan darat), serta kemampuan kodal dan kerja sama taktis antar unsur berbagai jenis.

Sedangkan metoda latihan yang dilaksanakan meliputi klasikal (pembekalan, diskusi, dinamika role game, tactical floor game, tactical game) dan manuver lapangan. Sedangkan materi pembekalan sendiri yang diberikan meliputi, analisa daerah operasi, khususnya daerah perbatasan laut antara lain perairan Ambalat, Laut Sulawesi dan Laut Timor.

Materi lain yang diberikan adalah konvensi hukum laut internasional, peraturan pemerintah tentang ALKI, hukum HAM dan Humaniter, situasi keamanan terakhir di daerah perbatasan, teknik penghentian, penggeledahan dan pemeriksaan dan aturan pelibatan.

“Latihan manuver lapangan merupakan rangkaian kegiatan latihan pratugas unsur KRI Koarmatim dalam rangka menguji kesiapan dan kemampuan tempur serta profesionalisme prajurit, khususnya unsur-unsur yang akan diproyeksikan dalam operasi pengmanan perbatasan laut di wilayah timur.

Dispenarmatim

Kapal Perang AS Bersandar di Tanjung Perak

27 Mei 2010, Surabaya -- Seorang anggota US Navy siaga lengkap dengan senjata laras panjang, di atas kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). Datangnya sejumlah kapal perang milik US Navy ke Surabaya tersebut, menyusul digelarnya latihan bersama (latma) TNI AL dan US Navy dengan sandi 'NEA 2010 (Naval Engagement Activity 2010). Latihan yang digelar dari 26 Mei - 1 Juni 2010 tersebut, bertujuan untuk memperkuat kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Amerika. (Foto: ANTARA/Eric Ireng)

Sejumlah anggota US Marine Corps (USMC), menyaksikan dua prajurit Korps Marinir yang melakukan pemeriksaan senjata, sesaat sebelum naik ke kapal perang US Navy, USS Tortuga Destroyer Squadron-31, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). (Foto: ANTARA/Eric Ireng)

Sejumlah ABK yang juga anggota US Navy, memberi penjelasan tentang sisyem persenjataan kepada sejumlah siswa SMA, yang mendapat kesempatan berkunjung dalam rangka open ship ke kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). (Foto: ANTARA/Eric Ireng)

AL Korsel Gelar Latihan Anti Kapal Selam

28 Mei 2010 -- Kapal perang jenis korvet AL Korsel melakukan latihan anti kapal selam diperairan bagian Barat Taean Kamis (27/05). AL Korsel melakukan latihan anti kapal selam pertama sejak ditenggelamkannya korvet Cheonan oleh torpedo Korut. (Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

(Photo: Getty Images)

(Foto: AP)

Berita HanKam

Return to service of the Collins Class submarine, HMAS Dechaineux

First lines are thrown as HMAS Dechaineux arrives at Fleet Base West, HMAS Stirling, Western Australia.

24 May 2010 -- Greg Combet, Minister for Defence Materiel and Science, today welcomed the successful return to service of the Collins Class submarine, HMAS Dechaineux.

“The successful return to service of Dechaineux shows efforts to improve material availability of Navy’s submarine force are paying off,” said Mr Combet.

HMAS Dechaineux has recently completed its first Full Cycle Docking at the Adelaide yard of its builder, ASC Pty Ltd.

Full Cycle Docking is the major recertification and upgrade docking for the submarines. Dechaineux is the fourth submarine to complete this upgrade and arrived today in its home port of Fleet Base West, Western Australia after an intensive sea trials period to prove its systems.

“The Government has been working to improve the level of submarine availability. To help provide an increased focus and scrutiny of the submarine sustainment program the Government formed the Australian Submarine Program Office (ASPO) earlier this year.

"The return of HMAS Dechaineux is an important step in the improvements Navy, DMO and ASC are making to submarine availability through the ASPO.

“I also acknowledge the US Navy’s strong support in the development of capability upgrades for both our submarine forces.

Australian DoD

Koarmabar Tangkap 4 Kapal Ikan Vietnam

Komandan Pangkalan TNI AL Pontianak, Kolonel Laut (P) Parno (kanan), didampingi Komandan KRI Kala Hitam-828, Mayor Laut (P) Tubagus Budi Wachyudi, melihat peta patroli Operasi Taring Pari BKO Guskamlabar di KRI Kala Hitam-828 yang sedang berada di Perairan Kapuas, Kalbar, Kamis (27/5). KRI Kala Hitam-828 berhasil menangkap Kapal Layar Motor (KLM) Ratu Pantai yang membawa muatan ballpress berupa 1100 bal pakaian bekas dan 300 lembar kasur yang tidak dilengkapi dokumen yang sah, saat sedang melintas di Perairan Natuna. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/nz/10)

27 Mei 2010, Jakarta -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pati Unus-384 dijajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil mengamankan empat kapal ikan asing berbendera Vietnam saat sedang melaksanakan Operasi Alur Pari-10 di Perairan pulau Natuna Besar.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Armabar Letkol Laut (KH) DRS Supriyono di Markas Komando Koarmabar Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (27/5).

Dikatakan Kadispen, keempat kapal Vietnam tersebut bernama BV 90234 TS berbobot 80 GT jenis kapal ikan asing yang dinahkodai Mr Nyang Nhan, dengan anak buah kapal 10 orang, BV 90240 TS berbobot 40 GT jenis kapal ikan asing dinahkodai MrTeung, ABK 4 orang, dan BV 0846 TS berbobot 80 GT dinahkodai Mr Thach dengan anak buah kapal 9 orang serta BV 0089 TS berbobot 40 GT nahkoda Mr Be dengan ABK 5 orang.

Keempat kapal tersebut dihentikan dan diperiksa KRI Pati Unus-384 pada posisi 04 28 30 U – 106 38 80 T saat sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di ZEEI di sekitar perairan pulau Natuna Besar.

Dari hasil pemeriksaan diketahui keempat kapal yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia itu tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah dan masing-masing kapal yaitu BV 90234 TS telah menangkap ikan campuran kurang lebih 50 Kg, BV 90240 TS 50 kg, serta BV 0846 TS 100 kg.

Untuk proses hukum lebih lanjut keempat kapal tersebut dikawal menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai.

Dispenarmabar/POS KOTA

Marinir Diangkut USS Tortuga Dalam Persiapan Latma NEA 2010

27 Mei 2010, Surabaya -- Seorang anggota US Marine Corps (USMC) memeriksa senjata milik prajurit Korps Marinir, sesaat sebelum naik ke kapal perang US Navy, USS Tortuga Destroyer Squadron-31, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). Korps Marinir dan USMC menggelar latihan bersama (latma) dengan sandi 'NEA 2010 (Naval Engagement Activity 2010) di Situbondo dan Banyuwangi. Latihan yang digelar dari 26 Mei - 1 Juni 2010 tersebut, bertujuan untuk memperkuat kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Amerika. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

Seorang anggota US Marine Corps (USMC) siaga di samping tangga kapal perang US Navy, USS Tortuga Destroyer Squadron-31, saat 200 prajurit Korps Marinir menaiki tangga kapal, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

USS Tortuga kapal keenam jenis Dock Landing Ship kelas Whidbey Island, dibangun di galangan kapal Avondale, New Orleans. (Foto: Tortuga)


Open Ship USS Vandegrift FFG-48 di Tanjung Perak

27 Mei 2010, Surabaya -- Sejumlah ABK yang juga anggota US Navy, memberi penjelasan tentang sistem persenjataan kepada sejumlah siswa SMA, yang mendapat kesempatan berkunjung dalam rangka open ship ke kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). Open ship tersebut digelar dalam rangka latihan bersama (latma) TNI AL dan US Navy dengan sandi 'NEA 2010 (Naval Engagement Activity 2010). Latihan yang digelar dari 26 Mei - 1 Juni 2010 tersebut, bertujuan untuk memperkuat kerangka kerjasama bilateral Indonesia-Amerika. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

Sejumlah ABK yang juga anggota US Navy, memberi penjelasan tentang sistem menurunkan sauh kepada sejumlah siswa SMA, yang mendapat kesempatan berkunjung dalam rangka open ship ke kapal perang milik US Navy, USS Vandegrift FFG-48 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (27/5). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/nz/10)

USS Vandegrift FFG-48. (Foto: navsource.org)