Rabu, 01 Juli 2009

Latihan Garuda Perkasa di Lanud Abdulrahman Saleh


AN2 Juli 2009, Malang -- Sebagai pangkalan operasi, Lanud Abd Saleh harus selalu berada pada tingkat kesiapan operasional yang tinggi. Hal ini dimaksudkan agar apabil;a setiap saat mendapatkan tugas operasi maka tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil, aman dan lancar. Hal ini disampaikan Komandan Lanud Abd Saleh, Marsekal Pertama TNI Ida Bagus Anom M., S.E. dalam sambutannya pada upacara pembukaan Latihan Garuda Perkasa di Lanud Abd Saleh. (2/7).

Latihan dengan nama Garuda Perkasa 2009 yang dilaksanakan sampai tanggal 6 Juli 2009 ini merupakan program kerja latihan satuan yang dilaksanakan oleh Lanud Abd Saleh beserta jajarannya. Latihan ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan kesatuan tindakan dan pengertian untuk merencanakan suatu kegiatan operasi udara.

Hal tersebut dikarenakan semua unsur satuan dan staf akan diuji kesiapan operasionalnya, diantaranya menganalisa dan menguji doktrin, mengaplikasikan prosedur, mengembangkan taktik dan teknik system operasi udara serta pertahanan pangkalan.

Komandan juga mengungkapkan bahwa secara terjadwal , dalam program kerja 2009 bidang operasi dan latihan, dilaksanakan latihan-latihan secara bertahap. Diantaranya latihan perorangan sampai latihan satuan bagi satuan-satuan yang berada dalam jajaran Lanud Abd Saleh. Mengungat pentingnya latihan Garuda Perkasa ini, maka harus dilaksanakan sesuai dengan siklus kerjanya.

Terakhir dalam sambutannya, beliau menghimbau agar safety dan lambangja tetap menjadi prioritas utama dan jangan sampai diabaikan. Selain itu diharapkan agar setiap tugas dilaksanakan sesuai peran agar latihan ini menadapatkan hasil sebagaimana yang diharapkan.

PENTAK LANUD ABDULRAHMAN SALEH

Peserta Kursus Lemhanas Berguru Strategi di Rusia

Galangan kapal Admiralty. (Foto: wikipedia)

2 Juli 2009, London -- Sebanyak 28 peserta kursus singkat XVI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengadakan kunjungan kerja selama seminggu hingga 3 Juli di negeri Beruang Putih Rusia guna mencari masukan bagi kebijakan Pemerintah Indonesia di masa datang.

Koordinator fungsi politik Berlian Napitupulu dalam keterangannya kepada koresponden Antara London, Kamis mengatakan peserta Lemhanas langsung mendapat masukan dari Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Hamid Awaludin mengenai sistem politik, ekonomi dan sosial budaya Federasi Rusia serta hubungan bilateral RI-Rusia.

Dubes Hamid Awaludin mengatakan Federasi Rusia merupakan negara besar yang mempunyai peran strategis yang sangat penting dalam peta politik dan perekonomian dunia karena tiga hal.

Pertama, sebagai negara terluas dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, kedua, sebagai bangsa yang besar dan pemenang perang sejak jaman Tsar; dan ketiga, mempunyai iptek dan senjata yang handal termasuk senjata nuklir, ujarnya.

Menurut Dubes, Indonesia dan Federasi Rusia saat ini sedang meningkatkan kembali hubungan bilateral dalam segala bidang dan mengembalikan kemesraan hubungan bilateral kedua negara sebagaimana era 50-an dan 60-an.

Dalam pertemuan dengan Kementerian Kehakiman Federasi Rusia, peserta Lemhanas mendapat penjelasan mengenai peranan dan fungsi Kementerian khususnya mengenai proses penyusunan peraturan perundangan, sinkronisasi dan pengujian rancangan peraturan serta pengawasan pelaksanaan hukum agar tidak terjadi tumpang tindih.

Sedangkan Kementerian Luar Negeri membekali konsep politik luar negeri Rusia tentang tata dunia yang multipolar dengan menekankan pendekatan multilateral dan kerja sama yang saling menguntungkan, tanpa kondisionalitas dan penggunaan kekerasaan.

Selain mengunjungi kementerian peserta Lemhanas juga berkunjung ke Akademi Manajemen Administrasi Kepresidenan dan Federal Service For Military Technical Cooperation serta industri strategis peralatan militer Rusia Sukhoi Company dan Rosoboronexport di Moskow, serta ke "Zvezda Company" dan Admiralty Shipyard di Saint Petersburg.

"Rasanya tidak cukup lima hari untuk mempelajari semua hal yang tidak terungkap selama ini. Karenanya kita tidak mengeluh dengan padatnya acara selama kunjungan," kata ketua rombongan Laksda Yusuf Abdullah dengan mimik yang serius.

ANTARA News

Taiwan Beli Stinger

AH-64 Apache. (Foto: army.mil)

2 Juli 2009 -- Pemerintah Amerika Serikat menyetujui penjualan 171 rudal udara ke udara Raytheon Stinger Blok 1 senilai USD 45,3 juta ke Taiwan dibawah program Foreign Military Sales (FMS).

Rudal akan dipasang pada helikopter serang AH-64D Apache yang dijual ke Taiwan pada Oktober tahun lalu. Amerika Serikat menjual 30 unit AH-64D Block III Apache Longbow senilai USD 2,5 milyar. Paket penjualan berikut 171 rudal Stinger Blok 1, selain itu sejumlah perangkat keras, radar, sensor, dan 1000 rudal AGM-114L Longbow Hellfire berikut 66 peluncur rudal M299 Hellfire Longbow.

Apache akan digunakan Taiwan untuk menahan percobaan invasi Cina melalui serbuan amphibi menyebarangi Selat Taiwan.

AU Taiwan pengamat

C-130H Hercules AU Taiwan. (Foto: taiwanpower.org)

Pertama kalinya Angkatan Udara Taiwan diundang oleh AU Amerika Serikat sebagai pengamat dalam Rodeo Airlift Competition yang berlangsung 19 - 25 Juli di Pangkalan Udara McChord, Washington.

AU Taiwan akan mengirimkan sebuah tim terdiri dari lima atau enam perwira sebagai pengamat.

Rodeo Airlift Competition pertama kali digelar pertama kali tahun 1956, terakhir digelar pada Juli 2007 di Pangkalan Udara McChord. Diharapkan lebih dari 100 tim dan 2500 orang dari 27 negara akan hadir pada kompetisi tahun ini, diantaranya Malaysia, Belanda, Jerman, Taiwan.

Pada 2007 dikompetisikan 37 penghargaan, diantaranya pengisian bahan bakar di udara, penerjunan kargo, perawatan pesawat, evakuasi medis melalui udara hingga menembak perseorangan.

CAN News
/defensenews/@info-terkumpul

Indonesia Dorong Upaya Pelucutan Senjata di Asia

Bom cluster. (Foto: Textron Systems/USAF)

1 Juli 2009, London -- Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata (KIPS) Departemen Luar Negeri, Desra Percaya, mengatakan bahwa Indonesia mendorong upaya perlucutan senjata di kawasan Asia.

Hal itu dsiampaikannya pada kesempatan menghadiri Berlin Conference on the Destruction of Cluster Munitions yang berlangsung di Berlin, demikian keterangan dari KBRI Berlin yang diperoleh Koresponden ANTARA London, Rabu.

Direktur KIPS juga menyampaikan pemerintah Jerman dan Norwegia bekerjasama dengan Indonesia merencanakan untuk menyelenggarakan Regional Meeting on Cluster Munitions pada akhir tahun 2009 .

Indonesia akan mengundang negara-negara penandatangan Convention on Cluster Munitions (CCM) untuk hadir dan mensukseskan pertemuan regional tersebut.

Korban bom cluster

Dikatakannya rencana pertemuan tersebut atas pertimbangan pembahasan mengenai penghancuran cluster munitions yang lebih dominan dilakukan di kawasan Eropa.

Dengan demikian pelaksanaan regional meeting di Indonesia memberikan kesempatan bagi kawasan Asia untuk dapat terlibat lebih aktif dalam upaya universalisasi CCM, ujarnya.

Konferensi Berlin Conference on the Destruction of Cluster Munitions diselenggarakan Pemerintah Jerman bersama Norwegia itu dihadiri sekitar 276 peserta yang mewakili pemerintah, organisasi internasional, maupun civil society organization (CSO) yang terkait dengan isu pemusnahan cluster munitions.

Pada pertemuan tersebut, Direktur KIPS juga bertindak sebagai Chairman pada salah satu sesi diskusi dengan tema "National planning, reporting and international cooperation".

Konferensi yang bertujuan mendorong berbagai negara untuk mengimplementasikan kewajibannya yang diatur dalam Convention on Cluster Munitions (CCM), serta membahas isu perkembangan terakhir yang terkait penandatanganan berbagai hal.

Di antaranya ratifikasi dan implmentasi; stockpile destruction, retention, kerjasama dan bantuan internasional dan mekanisme pelaporan serta langkah ke depan dalam pencapaian komitmen CCM.

Pada pembukaan konferensi, Minister of State Jerman, Gernot Erler menegaskan isu perlucutan senjata merupakan salah satu prioritas kebijakan luar negeri Jerman sehingga Jerman berkomitmen mendukung upaya global dalam penghancuran cluster munitions sebagaimana diatur dalam CCM.

State Secretary Norwegia, Espen Barth Eide menghimbau agar negara-negara untuk segera "hit the ground running" dalam mengimplementasikan komitmennya terhadap CCM.

Sambutan yang disampaikan anggota parlemen Jerman (Bundestag), Andreas Weigel menyatakan ratifikasi CCM merupakan salah satu agenda dan tugas penting dari parlemen.

Bom cluster. (Foto: wired.com)

Parlemen juga berkewajiban untuk memastikan alokasi anggaran negara guna pencapaian komitmen-komitmen CCM dan alokasi bantuan bagi para korban cluster munitions.

Hingga Juni, CCM telah diratifikasi oleh 10 negara dan ditandatangani 98 negara.

Sejumlah 12 negara penandatangan CCM telah melakukan penghancuran cluster munitions dalam berbagai tipe.

Upaya pemusnahan cluster munitions merupakan proses yang kompleks dilihat dari banyaknya jumlah munisi, aspek teknis pemusnahan, dan aspek lingkungan yang perlu dipertimbangkan.

Oleh karena itu, perencanaan pemusnahan cluster munitions perlu disusun seawal mungkin agar negara dapat memenuhi target penghancuran yang ditetapkan yaitu dalam delapan tahun.

Tanpa adanya perencanaan yang rinci dan pengaturan pembiayaan yang baik, negara akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban CCM baik dari segi strategis maupun teknis.

Wakil Menteri Luar Negeri Laos, Boumkeut Sangsomsak juga berkesempatan menyampaikan rencana penyelenggaraan pertemuan the 1st meeting of state parties pada November 2010.

Sementara itu, pada Oktober 2009 Chile akan menyelenggarakan regional meeting dan pada awal 2010 Universal Conference in Preparation of the 1st Meeting of State Parties.

ANTARA News

Uji Terampil dan Latihan Walet Trampil di Lanud Suryadarma


1 Juli 2009, Subang -- Seluruh jajaran di Lanud Suryadarma, Selasa (30/6) menggelar latihan puncak tingkat Satuan bernama “Walet Trampil” sekaligus uji terampil awak pesawat Skadron Udara 7 di Lanud Suryadarma, Subang. Latihan menghadirkan pejabat dari Markas besar TNI AU, Komando Pendidikan TNI AU, Jakarta serta Korpaskhas, Bandung sebagai tim pengawas uji terampil.

Dalam sambutannya pada upacara pembukaan Komandan Lanud Suryadarma Kolonel Pnb D. Widiantoro, MBA menyebutkan, latihan Walet Trampil akan dilaksanakan selama tiga hari (30/6-2/7) dengan melibatkan prajurit-prajurit dari unsur-unsur yang ada di Lanud Suryadarma.

Unsur tersebut adalah Skadron Udara 7, Rumah Sakit, Tim Rescue, Prajurit Paskhas dan prajurit serta staf pendukung lainnya guna menguji kemampuan dan profesionalismenya dalam tugas.

Melalui latihan tersebut akan diketahui seberapa baik koordinasi, kerjasama dan kesigapan prajurit dalam menyelesaikan tugas sesuai perannya masing-masing, untuk mencapai tujuan bersama.

Menurut Letkol Pnb M Syafii, sebagai Direktur Latihan sekaligus Kepala Dinas Operasi Lanud Suryadarma, Latihan Walet Trampil diibaratkan pada suatu masa saat otonomi daerah diterapkan, Lanud Suryadarma sedang direbut oleh kelompok fiktif bernama Gerakan Subang Merdeka.

Dengan dikuasainya Lanud Suryadarma prajurit TNI AU di Subang segera mempersiapkan operasi perebutan kembali pangkalan udaranya.

Dengan melibatkan unsur-unsur dari Prajurit Paskhas serta prajurit Lanud Suryadarma lainnya, upaya perebutan kembali pangkalan tersebut digelar.

Melalui pertempuran yang sengit dan kerjasama prajurit akhirnya pangkalan dapat direbut kembali, walaupun jatuh korban. Korban yang jatuh ditolong paramedis Rumah Sakit dan tim SARPUR Paskhas agar jiwanya tertolong.

Latihan Walet Trampil merupakan puncak latihan Satuan tingkat Lanud Suryadarma yang sebelumnya telah didahului oleh berbagai latihan perorangan.

Selanjutnya dari tingkat Satuan, latihan akan meningkat di tingkat Koopsau I. Sedangkan uji terampil merupakan bentuk pengecekan dari tim penguji untuk melihat kesiapan operasi baik perangkat lunak maupun profesionalisme pengawak dari Satuan-satuan Udara di TNI AU dan Satuan-satuan Paskhas.

Pelaksanaan latihan Satuan dan uji terampil di Lanud Suryadarma merupakan sarana untuk mengetahui tingkat profesionalisme dari semua unsur yang ada di Lanud Suryadarma dalam operasi udara.

TNI

528 Kopral Taruna Akademi TNI Kunjungi Marinir

Sejumlah anggota Korps Marinir unjuk kebolehan memeragakan beladiri militer, saat kegiatan Bhinneka Eka Bhakti Taruna Akademi TNI angkatan 2008-2009 di Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Rabu (1/7). Kegiatan yang diikuti 528 taruna Akademi TNI tersebut, bertujuan untuk pengenalan matra dan alutsista TNI yang dimiliki TNI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ED/nz/09)

1 Juli 2009, Surabaya -- Sebanyak 528 taruna tingkat I atau berpangkat Kopral Taruna (Koptar) Akademi TNI, Rabu, mengunjungi Pasmar-1 di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra. Mereka terdiri dari taruna AD 303 orang, taruna AL 99 orang, dan taruna AU 126 orang.

Dalam kunjungan untuk melaksanakan kegiatan Bhinneka Eka Bhakti (BEB) itu, para taruna Akademi TNI dipimpin oleh Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen TNI Rendro Suwarno.

"Para kopral taruna itu sudah melaksanakan pendidikan dasar militer di Akademi TNI selama 11 bulan, selanjutnya mereka akan menuju ke akademi masing-masing," kata Brigjen TNI Rendro Suwarno.

Sementara itu, Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) I Wayan Mendra memaparkan tentang organisasi, kesatuan-kesatuan, dan penugasan-penugasan prajurit Korps Marinir saat ini.

"Sebagai calon pemimpin masa depan dan calon pemimpin bangsa, para taruna hendaknya memanfaatkan semua peluang, semua fasilitas, dan sarana prasarana yang ada untuk menjadi nilai tambah dan mempersiapkan diri menjadi perwira yang mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan," katanya.



Sejumlah anggota Korps Marinir melakukan simulasi tempur amfibi, saat kegiatan Bhinneka Eka Bhakti Taruna Akademi TNI angkatan 2008-2009. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/EDnz//09)

Korps Marinir merupakan organisasi taktis dasar, katanya, sehingga Komandan Korps Marinir mengemban beberapa fungsi, yakni Komandan Korps, Komandan Kotama, dan pemimpin keluarga besar.

"Sebagai pemimpin keluarga besar, Komandan Korps Marinir bertanggung jawab terhadap marinir yang masih operasional organik, termasuk marinir yang sudah purna tugas dan keluarganya," katanya.

Tentang satuan di bawahnya, ia menyebutkan Pasmar-1 di Surabaya, Pasmar-2 di Jakarta, Brigif-3 di Lampung, dua pangkalan, satu rumah sakit, dan satu Pasukan Khusus Detasemen Jalamangkara.

Selain itu, Komandan Pasmar-1 juga menjelaskan tentang sejarah terbentuknya Korps Marinir serta tugas-tugas yang sedang dilaksanakan Korps Marinir sampai saat ini.

Setelah itu, para Taruna Akademi TNI disuguhi demonstrasi bela diri karate yang dilakukan oleh 914 prajurit Korps Marinir dan demonstrasi pendaratan Amfibi.

Acara itu dihadiri Kaspasmar-1 Kolonel Marinir L.W Supit, Danbrigif-1 Marinir Kolonel Marinir K. Situmorang, Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir FX Deddy Susanto, Danmenkav-1 Mar Kolonel Marinir Yuliandar, Danmenbanpur-1 Mar Letkol Marinir Suhono, para asisten Kaspasmar-1, dan seluruh komandan satuan di jajaran Pasmar-1.

ANTARA JATIM

Kapal Perusak Admiral Panteleyev Kembali Ke Pangkalan

Kapal perusak Admiral Panteleyev. (Foto: F18E777)

1 Juli 2009 -- Kapal perusak kelas Udaloy Admiral Panteleyev dan kapal tanker Irkut dari Armada Pasifik Rusia kembali ke pangkalannya di Vladivostok, Rabu (1/7), setalah menyelesaikan misi anti perompak di Teluk Aden.

Admiral Panteleyev melakukan patroli anti perompak di perairan Somali bersama sebuah kapal tug boat dan dua kapal tanker dari 27 April hingga 7 Juni.

Kapal perusak kelas Udaloy Admiral Tributs. (Foto: russianwarrior.com)

Admiral Panteleyev menahan kapal yang mengangkut 29 orang tersangka perompak, diyakini mereka terlibat dalam penyerangan yang gagal pada kapal tanker diawaki berkebangsaan Rusia dalam perjalanan ke Singapura. Saat itu, Admiral Panteleyev sedang mengawal enam kapal dagang.

Saat kembali ke pangkalannya, Admiral Panteleyev dan Irkut mengunjungi pelabuhan Da Nang di Vietnam dari 19 - 23 Juni, sedangkan kapal tunda SB-27 dan tanker Izhora langsung berlayar ke Vladivostok.

Armada Pasifik mengirimkan kapal perusak kelas Udaloy Admiral Tributs, kapal tanker Boris Butoma, kapal tunda MB-99 pada 29 Juni untuk menggantikan gugus tugas Admiral Panteleyev.

RIA Novosti
/@info-terkumpul