Tampilkan postingan dengan label Akmil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akmil. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Oktober 2010

Pembukaan Latsitardanus XXXI di Pontianak

Sejumlah peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XXXI/2010 menaiki tangga KRI Teluk Hading-538 di Lanal Pontianak, Kalbar, Senin (25/10). Latsitarda Nusantara XXXI/2010 yang diikuti 1034 taruna gabungan dari TNI/Polri tersebut, akan digelar dari tanggal 26 Agustus hingga 24 November 2010 di Kota Pontianak dan enam kabupaten di Kalbar . (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/ss/nz/10)

25 Oktober 2010, Pontianak -- Sebanyak tiga batalion taruna dari Akademi Militer dan Kepolisian akan mengikuti pembukaan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara XXXI tahun 2010 di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (26/10/2010).

Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda Pemprov Kalbar, Sumarno di Pontianak, Senin (26/10/2010), mengatakan kedatangan tiga batalion tersebut memang mengalami keterlambatan dari jadwal yang direncanakan.

"Tetapi hari ini mereka sudah tiba, dan jam satu siang tadi mereka sudah melaksanakan apel persiapan pembukaan di halaman Kantor Gubernur Kalbar," kata Sumarno.

Menurut Sumarno, segala persiapan sudah dilakukan untuk pelaksanaan Latsitardanus ke XXXI tersebut.

"Untuk perjalanan mereka menuju kabupaten/kota itu nantinya menggunakan kendaraan sendiri yang sudah disediakan," kata Sumarno.

Lokasi pelaksanaan Latsitardanus itu di Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau.

"Pengawasan akan dilakukan oleh pihak akademis mereka, Pemda juga akan ada. Ya terpadulah," ungkap Sumarno.

Sebelumnya, Kepala Staf Kodam XII Tanjungpura Brigjen Armyn Alianyang mengatakan Latsitardanus merupakan realisasi kurikulum pendidikan Integratif Taruna Akademi TNI dan Akpol tingkat III di akhir tugas pendidikan, sebelum dilantik menjadi Perwira oleh Presiden RI.

Latihan itu dimaksudkan untuk memberikan pembekalan kepada taruna sebagai kader pimpinan TNI dan Polri, dalam menyongsong tugas pengabdian kepada bangsa dan negara di masa datang.

Banjarmasin Post

Selasa, 28 September 2010

Lulusan Akmil Harus Berdaya Saing Internasional

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI George Toisutta (tengah) melakukan salam komando dengan pejabat baru gubernur Akademi Militer (Akmil) Brigjen TNI Suharsono SIP (kanan) dan pejabat lama Mayjen TNI Gatot Nurmantyo (kiri) pada upacara Sertijab gubernur Akmil di Lapangan Sapta Marga komplek Akmil, Magelang, Jateng, Selasa (28/9). Mayjen TNI Gatot Nurmantyo selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Panglima Kodam v/Brawijaya. (Foto: ANTARA/Anis Efizudin/ed/10)

28 September 2010, Magelang -- Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta menyatakan Akademi Militer harus tertata dalam sistem, mekanisme serta cara kerja baku dan profesional mengarah pada kelulusan yang memiliki daya saing berstandar nasional dan internasional.

Faktor yang menentukan keberhasilan Akademi Militer (Akmil) dalam menjalankan misi mulia itu terletak pada kerja keras yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan kesungguhan dari semua unsur yang mengawaki lembaga ini, katanya di Magelang, Selasa.

Ia mengatakan hal tersebut pada serah terima jabatan Gubernur Akmil dari Mayjen TNI Gatot Nurmantyo kepada Brigjen TNI Suharsono. Sebelumnya Suharsono sebagai Kasdam II/Sriwijaya, sedangkan Gatot Nurmantyo akan menempati jabatan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya.

KSAD mengharapkan agar lembaga ini tetap memegang teguh prinsip bekerja keras dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran secara berlanjut, untuk lebih meningkatkan mutu hasil didik sesuai tuntutan perubahan dan kemajuan.

Ia mengatakan, Akmil harus senantiasa meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan yang sesuai perkembangan masyarakat dan teknologi sehingga diharapkan kualitas lulusan memiliki bekal profesionalisme dan kejuangan serta berkepribadian sapta marga, sumpah prajurit, dan delapan wajib TNI.

"Hal ini penting untuk dijadikan pedoman agar para Perwira TNI Angkatan Darat kelak mampu tetap eksis dan berperan dalam dunia yang semakin terbuka serta mampu menyesuaikan diri dengan cepat di alam persaingan yang semakin ketat," katanya.

Untuk mencapai mutu hasil didik yang memiliki kriteria tanggap, tanggon, dan trengginas, katanya, Akmil perlu terus melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan terkait, baik di lingkungan TNI maupun di luar TNI.

Ia mengatakan, dengan kerja sama tersebut sehingga diperoleh suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang tepat guna menjawab tantangan serta tuntutan zaman.

Selain itu, Akmil harus senantiasa mengkaji, meningkatkan dan menyempurnakan kualitas perangkat kendali operasi pendidikan, serta terus memantapkan sistem pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.

Ia mengatakan, hal itu perlu dilakukan agar proses belajar dan mengajar di Akmil mampu menghasilkan perwira yang mempunyai karakter kepribadian, jasmani dan wawasan akademik secara seimbang sehingga benar-benar memancarkan makna tri cakti wiratama.

Akmil sebagai lembaga pendidikan pembentukan pertama, katanya, tidak cukup hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berorientasi jangka pendek saja, tetapi harus membekali para peserta didik dengan pengetahuan yang berorientasi jauh ke depan.

Selain itu, katanya, Akmil juga harus mampu mencetak perwira dengan latar belakang dari suku dan budaya yang beragam untuk memiliki keunggulan iman dan takwa serta keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi.

ANTARA News