Jumat, 10 Agustus 2012

Muslimah Pertama yang Mati Syahid

(Oleh: Nugraha Ramdhani, Pikiran Rakyat)

KISAH ini berawal ketika Sumayyah binti Khayyat dan suaminya Yasir, masuk Isalam. Sumayyah memutuskan memluk agama Islam setelah mendengar dakwah putranya sendiri. Ammar bin Yasir. Bahkan, mereka mengumumkan keislaman kepada banyak orang.

Sumayyah merupakan orang ketujuh yang memeluk Islam. Sebenarnya, ia hanyalah seorang hamba sahaya (budak) Abu Hudzaifah bin Mughirah. Sementara itu, Yasir merupakan seorang pendatang. Di kota Mekah, ia menetap dan berlindung kepada Bani Makhzum.

Singkat cerita, kabar soal Sumayyah dan suami yang memeluk agama Islam tersebar luas dan sampai ke telinga Bani Makhzum. Sumayyah dan Yasir pun ditangkap lalu didera berbagai siksaan. Orang-orang dari Bani Makhzum punya satu tujuan, memaksa Sumayyah dan Yasir keluar dari Islam.

Puncaknya, tubuh mereka diseret ke padang pasir tatkala cuaca sangat panas dan menyengat. Tubuh Sumayyah dibuang ke sebuah tempat lalu ditimbun dengan pasir yang sangat panas pula. Tak cukup sampai di situ, orang-orang Bani Makhzum meletakkan sebongkah batu besar di atas dada Sumayyah.

Meskipun demikian, tak sepatah kata pun rintihan, ratapan, apalagi penyesalan terucap dari bibir Sumayyah. Perempuan itu hanya mengucapkan satu kata yang terus diulang, “AhadAhad! (Esa…Esa).”
**

SUATU ketika, Rasulullah saw menyaksikan keluarga Muslim tersebut yang tengah menjalani siksaan secara kejam itu. Ia pun menadahkan tangan sambil menengadahkan wajah ke langit, lalu berseru, “Bersabarlah keluarga Yasir karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”

Rupanya, ucapan itu didengar oleh Sumayyah. Seperti mendapat suntikan semangat, bertambah tegarlah ia. Bertambah kuat pula keyakinan dan kewibawaan imannya. Lalu, dengan mantap, Sumayyah berujar, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar,” Kalimat itu diikuti Yasir. Tak hanya sekali mereka berucap, tetapi berkali-kali.

Ketegaran itulah yang membuat para penyiksa dari Bani Makhzum – termasuk abuk Jahal – putus asa. Abu Jahal naik pitam. Untuk melampiaskan kemarahan, ia menusukkan sangkur ke tubuh Sumayyah. Perempuan itu wafat. Ya Sumayyah binti Khayyat merupakan Muslimah pertama yang mati syahid pada zaman rasulullah saw. (dinukil dari buku “Mengenal Shabiah Nabi saw” terjemahan Abu Umar Abdullah Asy Syarif)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar