Kamis, 21 Juni 2012

Mahasiswa UNY Membuat Robot Pelacak Bom


22 Juni 2012, Jakarta: Kelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta terdiri dari Doni Ermawan, Dedi Hermawan, Endro Tri Nugroho, Hasnanto Riantiarno dan Hadi Sutrisno membuat robot pelacak bom.

Robot dikendalikan secara manual dengan menggunakan perangkat komputer dari jarak jauh. Robot akan memberikan gambar keadaan di sekitar tempat yang dicurigai diletakkan bom.

Fungsi utama robot adalah mendeteksi adanya benda yang dicurigai sebagai bom pada radius 100-200 meter.

Robot dibuat dengan suku cadang yang sudah tersedia di dalam negeri. Suku cadang tersebut , motor penggerak, motor servo sebagai lengan penjepit benda yang terdeteksi sebagai bom, pengendali, kamera atau webcam, sensor, controller, dan software (perangkat lunak) yang digunakan untuk mendukung proses kontrol. Software ini berfungsi menggerakkan robot dari jarak jauh.

Bahan yang paling mahal dan vital digunakan pada robot adalah motor penggerak yang berfungsi sebagai kaki robot. Kekuatan robot terletak pada dua hal, yaitu motor penggerak dan webcam yang diletakkan di atas robot. Motor penggerak bisa menjadi alat penggerak robot melewati jalan berbatu dan berkelok, sedangkan kamera untuk melihat keadaan di sekitar area yang terdeteksi terdapat bom. Gambar-gambar yang tertangkap kamera ini nantinya diproses dan dikontrol melalui software di notebook.

“Robot ini belum mampu mendeteksi keberadaan bom dalam skala besar yang diletakkan di beberapa ruang tertentu, karena belum peka terhadap sensor dinding,” papar Doni.

Anggota tim lainnya, Hadi Sutrisno mengatakan robot kreasi mereka ini masihlah prototipe, nantinya akan lebih dimodifikasi bentuknya agar terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Sementara ini, bentuk robot yang menyerupai mobil perang layaknya tank ini akan terus dipertahankan. Selanjutnya akan ditambah beberapa fasilitas yang mendukung komunikasi dan kontrol terhadap robot yang lebih maksimal.

“Selain itu, ke depan kami ingin menambahkan sensor logam pada robot, sehingga akurasi dalam mendeteksi benda yang diduga bom menjadi lebih baik, pungkas Hadi.

@Berita HanKam
Sumber: UNY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar