Kamis, 13 Agustus 2009

TNI Siap Berangkatkan 1 Kompi Mekanis Ke Lebanon

(Foto: ANTARA/Rezza Estily/NZ/08)

13 Agustus 2009, Jakarta -- Setelah mengikuti Latihan Pratugas selama 1 bulan, mulai 15 Juli s.d 13 Agustus 2009 di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat Bandung, Satuan Tugas (Satgas) Kompi Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-C1/Unifil dan Satgas Kesehatan TNI Konga XXIX-A/Unifil siap berangkat ke daerah operasi Lebanon. Pemberangkatan kedua Satgas tersebut menunggu jadwal dari PBB yang diperkirakan pada bulan September 2009.

Penambahan 1 Kompi Mekanis TNI dan Satgas Kesehatan TNI pada misi PBB Unifil di Lebanon berdasarkan surat Penasehat Militer Perwakilan Tetap RI di New York nomor RR-0112/PTRI-NEWYORK/II/09 tanggal 13 Februari 2009 tentang permintaan resmi PBB untuk penambahan kompi baru di Unifil, Lebanon.

Dengan demikian, kedepan pasukan TNI yang bertugas di Lebanon menjadi terdiri dari 1 Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-C, 1 Kompi Satgas POM TNI Konga XXV-A, 1 Kompi Satgas FHQSU TNI Konga XXVI-A, 1 Kompi Satgas Maritime Task Force Konga XXVIII-A, 1 Kompi Mekanis TNI Konga XXIII-C1 dan Satgas Kesehatan TNI Konga XXIX-A.

Keikutsertaan pasukan TNI dalam mengemban misi PBB di Unifil-Lebanon merupakan bentuk kepercayaan PBB kepada Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Bertambahnya pasukan TNI yang bertugas di Lebanon dari tahun ke tahun merupakan suatu pengakuan atas kinerja pasukan TNI, yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan berhasil sesuai misi PBB.

Latihan Pratugas yang diikuti oleh 210 personel TNI terdiri dari 50 penyelenggara latihan (pelatih, pembina dan staf) dan 160 peserta latihan (150 anggota Satgas Kompi Mekanis dan 10 anggota Satgas Kesehatan) bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anggota Satgas agar memiliki sikap, perilaku, pengetahuan dan keterampilan serta kesamaptaan jasmani yang prima, sehingga pada penugasan sebagai personel Unifil di Lebanon dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal.

Latihan Pratugas dilaksanakan 2 tahap yaitu tahap pertama pembekalan dan latihan teknis, sedangkan tahap kedua latihan teknis pasukan. Selama ditempa di Pusdikif Cipatat, baik anggota Satgas Kompi Mekanis maupun Satgas Kesehatan TNI dapat mengikuti agenda latihan dengan baik dan personel kedua Satgas mahir dan mampu menguasai teknik dan taktik sesuai standar PBB.

Asisten Operasi Panglima TNI – Mayjen TNI Supiadin, AS menegaskan bahwa Kompi Mekanis TNI akan bertugas di bawah komando sektor timur dengan tugas antara lain memelihara Buffer Zone dan Check Point pada suatu daerah yang ditentukan, kemudian melaksanakan patroli pengamanan, pengawalan konvoi, operasi penegakkan hukum terbatas, mencegah infiltrasi, menjaga instalasi-instalasi PBB dan melaksanakan kerjasama dengan agensi PBB yang terkait. Sedangkan Satgas Kesehatan TNI akan bertugas sebagai tenaga medis di Naqoura Hospital Level II.

Menurut Asops Panglima TNI, tugas di daerah operasi Lebanon berbeda dengan tugas operasi di tanah air. Oleh karena itu kepada seluruh anggota Satgas baik Satgas Kompi Mekanis maupun Satgas Kesehatan TNI ditekankan agar selalu bertindak berdasarkan pada Standart Operating Prosedure (SOP) dan Rules of Engagement (ROE) PBB.

PUSPEN TNI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar